Sabtu, 11 April 2026

Berita Berau Terkini

BMKG Berau Imbau Masyarakat Waspadai Banjir Rob

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Berau mengimbau masyarakat waspadai banjir rob.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Renata Andini Pengesti
BANJIR ROB - Banjir rob yang melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu. BMKG Berau mengimbau masyarakat mewaspadai banjir susulan.(TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa kampung di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, akan dilanda banjir rob pada akhir Maret 2025.

Di antaranya adalah kawasan yang berada di pesisir pantai dan daerah aliran sungai.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, memperingatkan masyarakat waspada.

Banjir rob terjadi akibat permukaan air laut yang lebih tinggi dari bibir pantai.

Baca juga: Samakan Persepsi, BMKG Berau Gelar Sosialisasi Penerbangan dan Update Aeromode Visibility Chart

Menurut ramalan BMKG, gelombang air pasang akan terjadi pada 30 Maret 2025 dengan ketinggian air berkisar antara 2,4-2,7 meter yang berlangsung mulai pukul 07.00 Wita hingga 10.00 Wita dan kembali pada malam hari antara pukul 20.00 Wita hingga 22.00 Wita. 

Kondisi serupa diperkirakan akan terulang pada 31 Maret 2025 dengan ketinggian air sedikit lebih tinggi, yakni 2,1-2,9 meter pada pagi hari dan 2,2-2,6 meter pada malam hari.

Tanda-tanda bahaya telah terlihat di beberapa titik, seperti di sekitar perkantoran Bupati Berau dan beberapa kawasan di Kota Tanjung Redeb, di mana air mulai naik akibat pasang air laut.

Ade menjelaskan bahwa faktor utama penyebab banjir rob adalah pasang air laut, namun adanya aliran air dari hulu sungai Kelay yang bertemu dengan air laut menambah volume luapan yang masuk ke daratan. 

"Aliran air dari hulu menambah intensitas banjir di daratan," katanya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (30/3/2025).

Baca juga: Prakiraan Cuaca Angin Kencang, BMKG Berau Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Beraktivitas

Kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Nofian Hidayat, menginstruksikan agar tim di setiap kecamatan meningkatkan pemantauan. 

“Saya sudah memerintahkan tim untuk selalu siap siaga dan memantau perkembangan di setiap kecamatan,” ujar Nofian.

Meski situasi darurat semakin mendesak, pemerintah daerah belum menetapkan status darurat bencana. 

“Kami belum menetapkan status darurat, dan untuk anggaran penanganan banjir juga belum tersedia,” tambahnya.

Dengan ramalan cuaca yang terus berubah dan ancaman banjir rob yang kian dekat, masyarakat Berau perlu meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi potensi gangguan pada perayaan Idulfitri yang sudah di depan mata.(*)


 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved