Minggu, 10 Mei 2026

Pilkada Kukar 2024

Banjir Belum Surut, Warga Kenohan di Kukar Kaltim Pergi Nyoblos PSU Pilkada 2024 Pakai Perahu Ces

Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur tampak berbeda dari biasanya karena sedang PSU Pilkada Kukar

Tayang:
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/Panwascam Kenohan
PSU PILKADA KUKAR - Warga di Desa Semayang, Kenohan Kukar, Provinsi Kalimantan Timur menaiki perahu kecil bermesin tempel atau yang dikenal dengan perahu ces menuju tempat pemungutan suara terdekat, Sabtu (19/4/2025). (HO/Panwascam Kenohan) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Mentari baru saja muncul menerangi rimbun tumbuhan yang ada di rumah-rumah tepian Sungai Mahakam, Sabtu (19/4/2025) pagi.

Inilah suasana di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur tampak berbeda dari biasanya karena sedang dilangsungkan pesta demokrasi PSU Pilkada Kukar.  

Beberapa warga tampak tergesa-gesa menaiki perahu kecil bermesin tempel atau yang dikenal dengan perahu ces menuju tempat pemungutan suara (TPS) terdekat.

Bukan tanpa alasan mereka memilih jalur sungai. Genangan banjir yang masih menggenangi jalan utama sejak sepekan terakhir membuat akses darat terputus. 

Namun kondisi itu tak menyurutkan semangat warga untuk menggunakan hak pilih dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2025.

"Ndik (tidak) mungkin lewat jalur darat. Walau banjir, nyoblos tetap harus. Ini soal masa depan kampung," ucap Sutarmi (52), seorang warga yang berangkat bersama tiga anggota keluarganya menggunakan perahu.

Ia mengaku, sudah bersiap sejak subuh, membawa bekal seadanya dan jas hujan plastik.

Perjalanan menuju TPS memakan waktu hampir 5 menit, menyusuri sungai kecil yang menghubungkan beberapa dusun di Kenohan, Kukar, Kalimantan Timur.

Sepanjang perjalanan, suara mesin ces berpadu dengan percikan air dan canda tawa anak-anak yang turut serta.

Diketahui, sudah hampir seminggu banjir merendam sejumlah wilayah di Kenohan, Kukar. 

Jalan setapak dari pemukiman ke TPS tak lagi terlihat, tertutup air bercampur lumpur. 

“Biar lambat asal sampai,” ujar Mahdan (34), warga yang jadi "pengemudi dadakan" sejak pagi. 

Mahdan sudah lima kali bolak-balik mengantar warga dari dusun ke TPS, menyusuri rawa dan kanal sempit.

Tangannya menggenggam erat setir kemudi, matanya awas menembus kabut.

TPS di Desa Semayang didirikan di atas panggung darurat yang dibangun sehari sebelumnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved