Kamis, 9 April 2026

Berita Berau Terkini

Dikritik DPRD Berau, Perusda Bhakti Praja Diminta Tak Hanya Jual Telur Ayam

Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau Ahmad Rifai, melontarkan kritik tajam terhadap arah bisnis yang dijalankan Perusahaan Daerah (Perusda) Bhakti Praja.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai, melontarkan kritik tajam terhadap arah bisnis yang dijalankan Perusahaan Daerah (Perusda) Bhakti Praja.

Ia menilai unit usaha yang dijalankan masih belum menyentuh persoalan riil masyarakat dan cenderung kurang strategis.

Salah satu bentuk kekecewaan Rifai adalah pada pilihan unit usaha Perusda yang menurutnya tidak relevan dengan urgensi kebutuhan masyarakat saat ini.

"Saya sampai tertawa, unit usahanya telur ayam. Ini Perusda, punya modal dari pemerintah daerah, kok malah usahanya telur ayam. Itu usaha rakyat,” ujar Rifai kepada Tribunkaltim.co, Kamis (3/7/2025).

Baca juga: 34 Koperasi Merah Putih di Berau Sudah Berbadan Hukum, Diskoperindag: Kampung Lain Segera Bentuk

Ia mempertanyakan efektivitas Perusda jika hanya berkecimpung di sektor usaha yang sudah umum digarap masyarakat kecil secara mandiri.

Padahal Perusda memperoleh suntikan dana dari pemerintah daerah.

"Kalau masyarakat biasa bisa jalan dengan cari modal sendiri, lalu Perusda yang modalnya dari daerah, masa hanya telurnya juga. Ini termasuk lucu menurut saya," tegas Rifai.

Menurutnya, Perusda semestinya hadir dengan gebrakan yang lebih berdampak luas.

Baca juga: Sentra Produksi Terasi Mulai Dibangun di Kampung Buyung-Buyung Berau, Pembangunan Dilakukan Bertahap

Salah satu yang ia dorong adalah pembangunan pabrik pakan untuk mendukung sektor peternakan dan perikanan yang menjadi andalan masyarakat Berau.

"Kita ini masih beli pakan dari Surabaya. Harganya sering naik turun, tidak terkontrol. Sementara banyak keluhan dari masyarakat," jelasnya.

Pembangunan pabrik pakan lokal diyakini bisa menstabilkan harga, mengurangi ketergantungan luar daerah, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga Berau.

Ia juga menilai bahwa bahan baku untuk pakan sebenarnya sangat tersedia.

Baca juga: Disbun Berau Himbau Petani untuk Segera Nyusun dan Ajukan Proposal Bantuan Stimulan

Limbah hasil laut dari Tanjung Batu dan Pulau Derawan seperti ikan-ikan kecil dan kulit rajungan bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku berkualitas.

"Bahan kita ini berhamburan. Ikan-ikan banyak dari Tanjung Batu dan Pulau Derawan yang selama ini dibuang, itu bisa diolah. Kulit-kulit rajungan juga banyak dibuang, padahal kandungan konsentratnya tinggi," jelasnya.

Lebih lanjut, Rifai menyarankan agar Perusda tidak hanya bermain di sektor hilir, tetapi juga berani masuk ke sektor hulu seperti produksi pakan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved