Berita Internasional Terkini
Mengenal Pestalotiopsis Microspora, Viral Jamur Pemakan Plastik Bisa jadi Solusi Pengurai Limbah
Ancaman sampah plastik terhadap kelestarian lingkungan telah lama menjadi momok global yang mengkhawatirkan.
TRIBUNKALTIM.CO - Ancaman sampah plastik terhadap kelestarian lingkungan telah lama menjadi momok global yang mengkhawatirkan.
Hamparan sampah plastik yang menggunung di TPA, pulau-pulau plastik raksasa di lautan, hingga fragmen mikroplastik yang tak kasat mata telah mencemari setiap sudut bumi, meresap ke dalam tanah, air, dan bahkan rantai makanan yang kita konsumsi sehari-hari.
Berbanding lurus dengan kemudahan penggunaannya, plastik membutuhkan waktu ratusan, bahkan ribuan tahun, untuk dapat terurai secara alami, menjadikannya warisan berbahaya yang terus menumpuk bagi generasi mendatang jika tidak ditangani dengan solusi radikal dan berkelanjutan.
Upaya mitigasi krisis ini telah dilakukan di berbagai lini, mulai dari kampanye pengurangan penggunaan plastik, daur ulang konvensional, hingga pengembangan material alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga: Manfaat Kandungan Nutrisi Jamur Tiram Untuk Kesehatan: Dapat Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Di tengah upaya mencari solusi atas penanganan sampah plastik, sejumlah ilmuwan menemukan jenis jamur dari hutan hujan Amazon yang mampu memakan dan mengurai plastik.
Oleh sebagian pihak, temuan ini dianggap bisa memberi harapan baru untuk mengatasi krisis sampah plastik secara lebih ramah lingkungan.
Jamur pemakan plastik dari Amazon
Sebagaimana dilansir Fast Company (30/1/2012), sejumlah ilmuwan dari Universitas Yale, Amerika Serikat (AS) menemukan spesies langka "pemakan plastik" di hutan Amazon pada 2011.
Hutan Amazon diketahui merupakan rumah bagi ribuan spesies unik, termasuk jamur langka jenis Pestalotiopsis microspora tersebut.
Menurut pakar, jamur ini dapat memecah polimer plastik jenis poliuretan, bahan yang umum dipakai dalam selang, sepatu, hingga jok kendaraan.
Menariknya, jamur Pestalotiopsis microspora dapat bertahan hidup di lingkungan dengan maupun tanpa oksigen.
Hal ini menjadikannya kandidat ideal untuk mengatasi polusi plastik dari tempat pembuangan sampah hingga limbah bawah air.
Penemuan ini terjadi dalam Ekspedisi dan Laboratorium Hutan Hujan yang dipimpin profesor biokimia molekuler, Scott Strobel.
Dalam ekspedisi di hutan hujan Amazon, Ekuador, para mahasiswa Yale membudidayakan mikroorganisme dari jaringan tumbuhan, dan membawa pulang jamur Pestalotiopsis microspora .
Salah satu mahasiswa, Anand, mengamati perilaku mikroba tersebut, sementara Jonathan Russell berhasil mengisolasi enzim pengurai plastik.
Temuan mereka dipublikasikan di jurnal Applied and Environmental Microbiology , yang menyebut jamur ini sebagai potensi besar untuk teknologi bioremediasi, proses alami membersihkan limbah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250723_jamur-pemakan-plastik.jpg)