Kamis, 23 April 2026

Berkat PLN, Kebun Anggur Cempakasari Jadi Ikon Agrowisata Baru Banjarbaru

PT PLN (Persero) melalui UP2B Kalselteng menyalurkan bantuan pembibitan di Kebun Anggur Pokmas Cempakasari, Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru.

HO/PLN UIP3B KALIMANTAN
GERAKAN EKONOMI LOKAL - Potret anggur di kebun Pokmas Cempakasari tumbuh subur dan diperkirakan mulai panen pada awal Oktober 2025. Melalui program tersebut, PLN berharap tercipta kemandirian ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan Pokmas Cempakasari, Banjarbaru (23/9/2025). (HO/PLN UIP3B KALIMANTAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BANJARBARU – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalselteng menyalurkan bantuan pembibitan di Kebun Anggur Kelompok Masyarakat (Pokmas) Cempakasari, Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan agrowisata sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari pengembangan Agrowisata Kebun Anggur dan Tanaman Hortikultura (Integrated Farming) yang telah digagas sejak pertengahan Mei lalu.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bibit anggur, tetapi juga fasilitas penunjang lain.

Baca juga: Dari PLN untuk Generasi Emas, Dukungan Makan Bergizi dan Nutrisi Bagi Anak Pejuang Kanker

Di antaranya green house, pagar kebun, pompa air, kipas angin, instalasi meter listrik, serta bibit hortikultura dan ternak.

Kehadiran fasilitas itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan dan membuka peluang agrowisata baru di Banjarbaru.

Manager UP2B Kalselteng, Indrayadi, menjelaskan bahwa PLN ingin menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya sebatas penyedia energi listrik.

“Keberhasilan panen anggur dan budidaya lele yang sedang dikembangkan di Pokmas Cempakasari akan memberi dampak positif bagi peningkatan pendapatan warga sekaligus membuka potensi agrowisata di Banjarbaru,” ujarnya.

Baca juga: PLN UIP3B Kalimantan Fasilitasi 275 Guru PAI Ikuti Sertifikasi Profesi di Kalimantan Selatan

Selain anggur, PLN juga menyalurkan bibit hortikultura seperti singkong dan ubi jalar, serta bibit ternak berupa anak ayam, pupuk, pakan ayam, dan pakan lele.

Kebun anggur diperkirakan mulai panen pada awal Oktober dan ditargetkan dapat berbuah berkelanjutan setiap bulan.

Budidaya lele yang dikembangkan pun mulai mendapat perhatian pembeli, baik dari masyarakat sekitar maupun pemilik rumah makan dan warung di Banjarbaru.

Hal ini memperlihatkan potensi ekonomi yang semakin terbuka bagi kelompok.

Baca juga: PLN UP2B Kalselteng Tanamkan Semangat Literasi di SDN 005 Sungai Besar Kota Banjarbaru

Edy Burhanudin selaku Ketua Pokmas Cempakasari (paling kiri) berbagi cerita tentang perawatan tanaman anggur kepada tim PLN di area green house tanaman holtikultura (Integrated Farming), (23/9).
Edy Burhanudin selaku Ketua Pokmas Cempakasari (paling kiri) berbagi cerita tentang perawatan tanaman anggur kepada tim PLN di area green house tanaman holtikultura (Integrated Farming), (23/9). (HO/PLN UIP3B KALIMANTAN)

Ketua Pokmas Cempakasari, Edy Burhanudin, mengungkapkan sebelum adanya bantuan dari PLN, kondisi kebun masih sangat terbatas.

Setelah mendapat dukungan, fasilitas semakin memadai dan produktivitas kelompok meningkat.

“Kondisi kebun sebelum menerima bantuan masih sangat terbatas dengan sarana seadanya, alhamdulillah sekarang tanaman anggur mulai berbuah, dan semangat kelompok untuk terus belajar semakin meningkat. Bantuan dari PLN ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk berkembang lebih produktif,” ungkap Edy.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved