Sabtu, 11 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

KPI RU V Perkuat Efisiensi Operasional lewat Task Force Supply Loss 2025

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan memperkuat efisiensi operasional lewat pelatihan dan kolaborasi lintas fungsi

|
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
HO/KPI
EFISIENSI - Foto bersama kegiatan Alignment & Upskilling Team Task Force Supply Loss 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 15–16 Oktober 2025, di Mainhall Banua Patra, Balikpapan, Sabtu (18/10/2025). (HO/KPI) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V terus memperkuat komitmen efisiensi operasional melalui kegiatan Alignment & Upskilling Team Task Force Supply Loss 2025. 

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 15-16 Oktober 2025, di Mainhall Banua Patra, Balikpapan.

Acara dibuka oleh Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) PT KPI Unit Balikpapan, Yusuf Mansyur, yang menegaskan pentingnya pengendalian supply loss sebagai bagian dari disiplin dan tanggung jawab operasional perusahaan.

“Pengendalian supply loss adalah bentuk komitmen terhadap efisiensi dan disiplin operasional. Diperlukan keselarasan antar fungsi agar setiap proses berjalan akurat dan berintegritas,” ujar Yusuf.

“Kita ditugaskan cukup berat, tetapi dengan kolaborasi dan kekompakan, kilang kita bisa berjalan aman dan andal,” tambahnya.

Baca juga: Kilang Pertamina Unit Balikpapan Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan lintas fungsi di lingkungan PT KPI Unit Balikpapan. Dalam sesi pertama, Manajer Refinery Business & Optimization (RBO), Alfiadi Teguh Kurniawan, membawakan materi Sosialisasi dan Alignment Team Loss yang menegaskan kembali peran Task Force dalam mendorong perbaikan berkelanjutan.

Berikutnya, Ranu menyampaikan materi tentang Pengelolaan Supply & Loading Loss, Rizka membahas TKO Penyelesaian Klaim PT KPI, dan sesi Checklist Loading/Discharge menyoroti pentingnya ketelitian serta standardisasi dalam proses operasional.

Selain itu, peserta juga mendapat pembekalan teknis dari Chief Doni mengenai Anatomi Kapal dan Fraud Awareness. Materi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai aspek teknis kapal serta kewaspadaan terhadap potensi penyimpangan dalam proses penerimaan dan pengiriman produk.

Pada hari kedua, kegiatan berlanjut dengan praktik lapangan di Jetty 2 Nariva dan Jetty 3 Grace Poseidon, melibatkan tim gabungan dari PT Pertamina International Shipping (PIS) dan Supply Chain & Distribution (SCD).

Peserta melaksanakan pemeriksaan kapal, simulasi proses loading/discharge, dan verifikasi data langsung di lapangan sebagai bagian dari pengendalian supply loss.

Baca juga: Kilang Pertamina Unit Balikpapan Buka Pelatihan Safetyman 2025

Usai praktik, seluruh peserta melakukan evaluasi dan diskusi di Banua Patra untuk menyusun rencana kerja Task Force Supply Loss periode 2025–2026.

Fokus utama diarahkan pada peningkatan akurasi data, optimalisasi sistem pemantauan, serta penguatan kolaborasi lintas fungsi.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian pesan penutup oleh Section Head Supply Chain & Distribution PT KPI Unit Balikpapan, Febriar Cahyaratri. Ia menekankan pentingnya semangat kolaborasi dan konsistensi dalam menjalankan setiap inisiatif perbaikan.

“Kolaborasi, keterbukaan, dan komitmen setiap anggota tim adalah kunci agar setiap upaya perbaikan menghasilkan perubahan yang berkelanjutan,” ujar Ratri.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan partisipatif. Melalui kegiatan ini, PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi menuju operasi kilang yang andal, efisien, dan berkelas dunia. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved