Senin, 20 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Pemkot Bontang Perketat Pengawasan Dapur MBG, Pastikan Pangan Aman dan Sehat

Pemkot Bontang memperketat pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis demi menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat

HO/PEMKOT BONTANG
PENGAWASAN KETAT - Tim pengawasan MBG dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinkes Kota Bontang melakukan monitoring di salah satu dapur, untuk memastikan kelayakan dalam pemenuhan gizi dan perizinan. (HO/PEMKOT BONTANG) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat pengawasan keamanan pangan serta memastikan kepatuhan pelaku usaha kuliner dalam memenuhi standar kesehatan, terutama bagi dapur yang tergabung dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Langkah ini dilakukan untuk menjamin setiap makanan yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi unsur higiene, mutu, dan keamanan konsumsi.

Melalui kolaborasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Pemkot melaksanakan monitoring terhadap perizinan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta sertifikat kesehatan di Sentra Pangan dan Produk Gizi (SPPG) yang menjadi dapur utama penyedia makanan program MBG.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari risiko pangan yang tidak layak konsumsi.

“Kami ingin memastikan seluruh pelaku usaha kuliner, terutama dapur MBG, telah memiliki izin sah, memenuhi aspek higiene, dan mengantongi sertifikat kesehatan. Ini penting agar makanan yang dikonsumsi penerima MBG aman dan sehat,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Baca juga: Pemkot Bontang Kembali Bagikan Laptop Lewat Program One Teacher One Laptop

Ia menjelaskan, monitoring lintas sektor ini tak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyasar penerapan langsung di lapangan, termasuk kebersihan peralatan, proses pengolahan, hingga sanitasi lingkungan dapur.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya preventif terhadap potensi kasus keracunan makanan yang sempat marak di beberapa daerah.

“Dapur MBG di SPPG merupakan salah satu basis kuliner produktif di Bontang. Kami ingin menjadikannya contoh penerapan standar higiene dan kesehatan yang baik, agar bisa menjadi tolok ukur bagi pelaku usaha lain,” tambahnya.

DPMPTSP bersama Dinkes berkomitmen melanjutkan pengawasan dan pembinaan secara berkala, untuk memperkuat sistem jaminan mutu dan keamanan pangan di sektor kuliner.

“Sinergi antarinstansi menjadi kunci membangun ekosistem usaha kuliner yang sehat, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di Kota Bontang,” pungkas Aspiannur. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved