Rabu, 6 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Daftar Anggaran BGN yang Disorot, dari Motor Listrik hingga Tablet, Anggaran Makanan Paling Kecil

Daftar anggaran BGN yang jadi sorotan. Dari motor listrik, tablet, hingga pakaian dan kaos kaki, anggaran untuk makanan paling kecil

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
INAPROC
ANGGARAN BGN - Tangkap layar postur anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) di INAPROC. BGN anggarkan untuk pakaian Rp 623,3 miliar, mencakup berbagai kebutuhan mulai dari seragam, sepatu, hingga aksesoris. Salah satu yang paling mencolok adalah belanja kaos kaki yang mencapai Rp6,9 miliar. Daftar anggaran BGN yang jadi sorotan. Dari motor listrik, tablet, hingga pakaian dan kaos kaki, anggaran untuk makanan paling kecil. (INAPROC) 

Ringkasan Berita:
  • Anggaran BGN 2025 disorot karena alokasi makanan justru paling kecil.
  • Pos terbesar untuk kendaraan (Rp1,39 T), khususnya motor listrik (Rp1,2 T).
  • Belanja tablet mencapai Rp508,4 M dan kaos kaki Rp6,9 M.
  • Budget makanan hanya mendapat anggaran Rp242,8 miliar.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu andalan Pemerintah yang kini menjadi sorotan setelah pengadaan motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi viral.

Usai pengadaan motor listrik untuk Kepala SPPG membuat susunan anggaran BGN ikut disorot lantaran dinilai tidak mencerminkan prioritas utama, makanan untuk masyarakat. 

Dilihat dari susunan anggarannya, alih-alih didominasi belanja bahan pangan, komposisi anggaran BGN tahun 2025 justru menunjukkan porsi besar terserap ke sektor lain.

Dari kendaraan, perangkat teknologi, hingga kebutuhan penunjang seperti kaos kaki, sementara anggaran untuk makanan justru paling kecil. 

Baca juga: BGN Anggarkan Rp6,9 Miliar untuk Kaos Kaki, Anggaran untuk Makanan Justru Paling Kecil

Daftar Anggaran BGN 025 yang Disorot

1. Motor listrik serap anggaran jumbo

Data yang beredar memperlihatkan belanja kendaraan menjadi pos terbesar, dengan nilai mencapai Rp1,39 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp1,2 triliun dialokasikan khusus untuk pengadaan sepeda motor listrik.

Motor listrik tersebut dibeli melalui sistem e-Katalog 6.0 dari perusahaan Yasa Artha Trimanunggal, dengan merek Emmo Mobility.

Tercatat dua tipe yang masuk pengadaan, yakni JVH Max seharga Rp49,95 juta dan JVH GT Rp48,84 juta per unit, termasuk layanan distribusi ke berbagai daerah.

Besarnya angka ini langsung mengundang perhatian. Pasalnya, kendaraan hanya berfungsi sebagai penunjang operasional, bukan inti dari program MBG itu sendiri.

2. Pengadaan Teknologi dan SPPG Ikut Dominan

Di bawah kendaraan, anggaran terbesar berikutnya mengalir ke SPPG dengan nilai Rp1,26 triliun.

Tak berhenti di situ, belanja perangkat keras dan komputer juga menyedot dana cukup besar, yakni Rp830,1 miliar.

Di dalamnya termasuk pengadaan tablet senilai Rp508,4 miliar.

Salah satu perangkat yang tercatat adalah Samsung Galaxy Tab Active 5 dengan harga e-katalog sekitar Rp17,93 juta per unit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved