Senin, 18 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Dinkes Balikpapan Perketat Skrining Sopir Angkutan Umum, Antisipasi Risiko Kecelakaan

Dinkes Balikpapan memperketat skrining kesehatan sopir angkutan umum untuk menekan risiko kecelakaan

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUN KALTIM/Siti Zubaidah
PERKETAT SKRINING SOPIR - Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Balikpapan, Agus Iriansyah saat diwawancarai, Rabu (25/3/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

Ringkasan Berita:

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Skrining kesehatan sopir Balikpapan diperketat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan sebagai langkah preventif menekan risiko kecelakaan lalu lintas. 

Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang menuntut kesiapan fisik dan mental pengemudi angkutan umum.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan memperketat pengawasan terhadap kondisi kesehatan pengemudi angkutan umum melalui skrining di sejumlah titik strategis.

Langkah ini diambil menyusul tingginya mobilitas masyarakat yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diimbangi kesiapan fisik dan mental pengemudi.

Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Balikpapan, Agus Iriansyah, mengungkapkan bahwa pemeriksaan sebelumnya telah dilakukan di pool kendaraan, termasuk di kawasan Karya Amal. Namun, pola tersebut dinilai belum cukup menjangkau seluruh potensi risiko di lapangan.

Baca juga: ‎Hari Terakhir Kunjungan Lebaran, 3.534 Pengunjung Datangi Rutan Balikpapan ‎

“Selama ini pemeriksaan dilakukan saat sopir kembali ke pool. Tapi kami melihat perlu ada penguatan pengawasan di titik lain, bukan hanya di akhir operasional,” ujarnya.

Karena itu, Dinkes kini memperluas cakupan skrining ke lokasi lain seperti kawasan Semayang. Pemeriksaan tidak lagi bersifat terbatas, melainkan dilakukan lebih aktif untuk memastikan kondisi pengemudi sebelum maupun saat bertugas.

Faktor Risiko Jadi Perhatian

Langkah ini bukan tanpa alasan. Dinkes menilai sejumlah faktor seperti kelelahan, tekanan darah tinggi, hingga dugaan penyalahgunaan zat berisiko dapat berdampak langsung terhadap keselamatan penumpang.

“Kalau pengemudi tidak dalam kondisi prima, risikonya bukan hanya ke dirinya, tapi juga ke penumpang. Ini yang kami antisipasi,” tegas Agus.

Dalam skrining tersebut, petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah, kondisi kesehatan umum, serta deteksi dini penyakit tidak menular dan aspek kesehatan jiwa. Pengemudi yang terindikasi mengalami gangguan akan langsung diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan.

Baca juga: Kemenag Batasi Akses Medsos bagi Siswa MI dan MTs per 28 Maret, MTs 1 Balikpapan Siap Ikuti Aturan

Pendekatan Edukatif bagi Pengemudi

Tak hanya itu, pemeriksaan juga mencakup wawancara singkat terkait pola kerja, jam istirahat, hingga kebiasaan konsumsi obat atau zat tertentu yang berpotensi memengaruhi konsentrasi.

Dinkes menilai, faktor kelelahan kronis pada sopir angkutan umum sering kali luput dari perhatian, padahal memiliki kontribusi besar terhadap potensi kecelakaan lalu lintas.

Agus menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata bersifat represif, melainkan juga edukatif. Para pengemudi diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebugaran tubuh, mengenali tanda-tanda kelelahan, serta berani mengambil waktu istirahat ketika kondisi tidak memungkinkan untuk berkendara.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved