Senin, 13 April 2026

Berita Pemprov Kaltim

WFA Hemat Operasional, Disdikbud Kaltim: Sekolah Tunggu Instruksi Pusat

Disdikbud Kaltim mengakui penerapan Work From Anywhere (WFA) mampu menekan biaya operasional kantor, sekaligus menjaga kinerja tetap optimal.

TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
TEKAN BIAYA OPERASIONAL - Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin saat ditemui usai melaksanakan kegiatan di kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (1/4/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur mengakui penerapan Work From Anywhere (WFA) mampu menekan biaya operasional kantor, sekaligus menjaga kinerja tetap optimal. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

Ringkasan Berita:
  • WFA di Disdikbud Kaltim dinilai efisien dan kinerja tetap stabil
  • Sekolah belum terapkan WFA, masih menunggu instruksi pusat
  • Kendala utama hanya pada absensi online, pelayanan tetap lancar

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur mengakui penerapan Work From Anywhere (WFA) mampu menekan biaya operasional kantor, sekaligus menjaga kinerja tetap optimal.

Meski demikian, kebijakan tersebut belum diterapkan di lingkungan sekolah yang masih menunggu arahan pemerintah pusat.

Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyatakan bahwa pihaknya telah lebih dulu menjalankan skema kerja fleksibel tersebut bahkan sebelum kebijakan Work From Home (WFH) diumumkan pemerintah pusat pada 31 Maret 2026.

"Berjalan dengan efisiensi juga karena kantor bisa melakukan penghematan listrik, air dan sebagainya," ujar Armin, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: WFH-WFA ASN Kaltim Didukung DPRD, Hasanuddin Mas’ud Ingatkan Disiplin

Menurutnya, transformasi digital yang telah diterapkan di lingkungan dinas menjadi faktor utama keberhasilan WFA.

Sistem administrasi dan surat-menyurat berbasis elektronik membuat koordinasi tetap berjalan meski pegawai tidak berada di kantor.

Selain efisiensi, pola kerja ini juga dinilai memberikan dampak positif bagi pegawai, terutama dari sisi psikologis karena memiliki waktu lebih fleksibel bersama keluarga.

Namun, Armin menegaskan bahwa penerapan WFA tidak berlaku untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Baca juga: Respons Kebijakan Pemerintah Pusat, Pemprov Kaltim Kaji Perubahan WFA Menjadi WFH

Hingga saat ini, proses pendidikan di Kalimantan Timur masih dilakukan secara tatap muka.

"Nah kalau sekolah kita masih menunggu arahan dari kemendikdasmen. Karena ini kan anak-anak kita kan tidak gampang harus tiba-tiba harus ini ya. Nah kita menunggu. Kami belum membahas, belum ada arahan dari Gubernur," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mempertimbangkan secara matang apabila kebijakan pembelajaran daring kembali diterapkan seperti saat pandemi.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik untuk mendukung pembinaan karakter siswa.

Baca juga: WFA ASN Kaltim Berlaku, Pelanggaran Absensi Dipotong TPP Harian

Evaluasi pelaksanaan WFA yang telah berjalan lebih dari satu bulan di internal Disdikbud Kaltim menunjukkan hasil yang stabil.

Kendala yang muncul sejauh ini lebih banyak terkait aspek teknis administratif.

"Kendala yang paling sering muncul justru terkait sistem absensi online," tuturnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved