Rabu, 20 Mei 2026

Berita Pemkot Balikpapan

Balikpapan Dorong Pendidikan Karakter Sejak Dini Lewat Pentas Seni PAUD dan SKB

Keceriaan ratusan anak usia dini memenuhi Gedung Dome BSCC Balikpapan dalam kegiatan Pentas Seni

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH
MEMAJUKAN PAUD BALIKPAPAN - Keceriaan ratusan anak usia dini memenuhi Gedung Dome BSCC Balikpapan dalam kegiatan Pentas Seni Kelompok Bermain Sanggar Kegiatan Belajar se-Kota Balikpapan Tahun Ajaran 2025/2026. Mengusung tema “Cinta Alam dan Budaya Lokal”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang unjuk kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini, Selasa (19/5/2026). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Keceriaan ratusan anak usia dini memenuhi Gedung Dome BSCC Balikpapan dalam kegiatan Pentas Seni Kelompok Bermain Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) se-Kota Balikpapan Tahun Ajaran 2025/2026.

Mengusung tema “Cinta Alam dan Budaya Lokal”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang unjuk kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini.

Ketua Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, mengatakan pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk fondasi karakter generasi masa depan.

Anak-anak usia PAUD perlu dibiasakan sejak kecil untuk mengenal lingkungan, budaya, serta belajar berinteraksi dengan orang lain.

Baca juga: Dukung Aturan Wajib Ijazah PAUD, Pemkot Balikpapan Bakal Bangun PAUD Negeri 2 di Grand City

Di usia emas inilah anak mulai belajar mandiri, berani tampil, mengenal teman, serta membangun rasa percaya diri.

"Pendidikan PAUD bukan hanya soal membaca dan berhitung, tetapi juga pembentukan karakter,” ujar Nurlena, Selasa (19/5/2026) di Balikpapan

Acara tersebut dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari 500 anak didik dan 500 orangtua.

Antusiasme para orangtua terlihat saat mendampingi anak-anak yang tampil mengenakan berbagai pakaian adat nusantara dan kostum profesi.

Menurut Nurlena, kostum yang dikenakan anak-anak bukan sekadar pelengkap penampilan di atas panggung.

Orangtua diharapkan dapat menjadikan momen tersebut sebagai sarana mengenalkan cita-cita, nilai kehidupan, dan tanggung jawab profesi kepada anak.

Anak-anak tadi ada yang memakai pakaian dokter, guru, hingga PNS. 

Orangtua jangan hanya memakaikan kostum, tetapi juga menjelaskan makna profesi tersebut.

"Agar anak memahami cita-cita dan tanggung jawab dari pekerjaan itu,” katanya.

Baca juga: Gerakan Literasi Balikpapan, Menyelami Makna Surat Kartini dan Beranda Instagramnya Maryam

Nurlena menilai, komunikasi sederhana mengenai profesi dan masa depan dapat membantu membangun imajinasi serta rasa percaya diri anak sejak dini.

Di tengah perkembangan teknologi dan era digital saat ini, Nurlena juga mengingatkan pentingnya peran orangtua sebagai teladan di rumah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved