Berita Pemkot Balikpapan
Balikpapan Jadi Pilot Project Digitalisasi Perlinsos, Pendaftaran Dimulai 4 Juni, Libatkan 365 Agen
Kota Balikpapan ditunjuk pemerintah pusat sebagai salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi Perlinsos
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN – Kota Balikpapan ditunjuk pemerintah pusat sebagai salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi perluasan pilot project digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos).
Program ini bertujuan meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi daerah untuk menjadi contoh pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Program ini bertujuan memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial sehingga penyalurannya menjadi lebih cepat, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Program digitalisasi Perlinsos merupakan bagian dari transformasi digital pemerintah yang melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Baca juga: Walikota Rahmad Masud Lepas Balikpapan Coastal Running 2026, Ribuan Pelari Ramaikan Kawasan Pesisir
Pendaftaran Perlinsos digital di Balikpapan akan berlangsung selama satu bulan, mulai 4 Juni hingga 3 Juli 2026. Sebanyak 365 agen Perlinsos diterjunkan untuk mendampingi masyarakat di 34 kelurahan dan enam kecamatan.
Setiap kelurahan akan didukung 10 agen Perlinsos yang terdiri dari tujuh aparatur sipil negara (ASN) dan tiga mitra Dinas Sosial.
Sementara di tingkat kecamatan terdapat empat hingga lima mitra Dinas Sosial yang bertugas membantu pelaksanaan program.
Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi Perlinsos bagi yang telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Sedangkan warga yang belum memiliki IKD, mengalami kendala literasi digital, lanjut usia, atau belum memiliki telepon pintar dapat mendaftar melalui agen Perlinsos di kelurahan dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga.
Rahmad menegaskan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat RT dilibatkan untuk menyukseskan program tersebut.
Ketua RT diminta aktif mengajak warga melakukan pendaftaran sekaligus memperbarui data kepala keluarga di wilayah masing-masing.
“Kita ingin memastikan setiap bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Tidak boleh ada warga yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi terlewatkan, dan tidak boleh ada bantuan yang salah sasaran akibat data yang tidak mutakhir,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melakukan registrasi Perlinsos sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah kelurahan.
Baca juga: Walikota Rahmad Masud soal THR Guru dan ASN: Kalau Perlu Sekarang, Kenapa Tidak?
Menurutnya, sistem digital yang digunakan telah dirancang aman dan praktis sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan data pribadi.
“Peran RT sangat penting karena mereka yang paling memahami kondisi warganya. Data yang valid dan berkualitas akan menjadi kunci keberhasilan program ini,” katanya. (dha/ADV Diskominfo Balikpapan)
| Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkot Balikpapan Imbau Warga Kibarkan Merah Putih 1 Juni |
|
|---|
| Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud Rogoh Dana Pribadi, 300 Hewan Kurban Dibagikan untuk Warga |
|
|---|
| Wawali Bagus Susetyo Salat Iduladha di Lapangan Merdeka, Ajak Warga Doakan Jemaah Haji Balikpapan |
|
|---|
| Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud Bawa Pulang Penghargaan Hardiknas 2026 Berkat Inovasi SPMB |
|
|---|
| Walikota Rahmad Mas'ud Ajak Warga Balikpapan Jaga Tunas Bangsa di Era Digital pada Harkitnas 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260602-Walikota-Balikpapan-Rahmad-Masud-09.jpg)