Selasa, 2 Juni 2026

Berita Pemkot Bontang

Walikota Neni Minta Bunda PAUD Bontang Jemput Bola, Cegah Anak Putus Sekolah 

Walikota Bontang Neni Moerniaeni mewanti-wanti Dinas Pendidikan, tidak boleh ada anak yang putus sekolah di Kota Bontang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/Muhammad Ridwan
SEMATKAN SELENDANG -  Walikota Bontang Neni Moerniaeni menyematkan selendang, sebagai bentuk seremonial pengukuhan Bunda Paud Kecamatan dan Kelurahan, Pendopo Rumah Jabatan Walikota, Selasa (2/6/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN). 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANGWalikota Bontang Neni Moerniaeni mewanti-wanti Dinas Pendidikan, tidak boleh ada anak yang putus sekolah di Kota Bontang.

Untuk itu, seluruh elemen pemerintah hingga tingkat kelurahan diminta aktif menjangkau dan mendampingi anak-anak yang berisiko kehilangan akses pendidikan.

Penegasan itu disampaikan Neni saat mengukuhkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat kecamatan dan kelurahan di Kota Bontang, di Pendopo Rumah Jabatan Walikota, Selasa (2/6/2026).

Menurut Neni, pendidikan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan daerah. 

Karena itu, upaya memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan harus dimulai sejak usia dini.

Baca juga: Walikota Bontang Soroti Mangkraknya RS Tipe D, Dana Rp46 Miliar Terancam Mengendap

"Mari kita bersama-sama menyelesaikan berbagai permasalahan sosial di Kota Bontang. Tidak boleh ada anak yang putus sekolah," kata Neni.

Ia meminta camat, lurah, kader PKK, hingga Bunda PAUD tidak hanya menjalankan program secara administratif, tetapi aktif turun ke lapangan untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi keluarga dan anak-anak.

Pendekatan jemput bola dinilai penting agar pemerintah dapat segera memberikan pendampingan ketika menemukan anak yang berpotensi putus sekolah maupun mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan.

Menurut Neni, pengukuhan Bunda PAUD bukan sekadar kegiatan seremonial. 

Setelah dikukuhkan, para Bunda PAUD diharapkan menyusun program kerja dan terlibat langsung dalam pembinaan pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.

"Ini mengawali komitmen kita bersama dalam pendidikan anak usia dini. Setelah pengukuhan harus ada program kerja dan langkah nyata untuk mendukung PAUD yang berkualitas," ujarnya.

Neni menjelaskan pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membangun karakter, kecerdasan, kreativitas, dan kemandirian anak. 

Selain pendidikan, anak juga berhak memperoleh layanan kesehatan, pemenuhan gizi yang baik, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.

Terutama memperkuat upaya pencegahan stunting. Menurut dia, keberhasilan program tersebut harus dapat diukur melalui capaian yang nyata di lapangan.

Baca juga: Walikota Bontang Neni Moerniaeni Ungkap Keprihatinan soal Kosongnya Bankeu Kaltim 2027 di Musrenbang

Pemerintah Kota Bontang dalam waktu dekat akan melaksanakan timbang serentak sebagai bagian dari pemantauan kondisi gizi anak dan evaluasi program penurunan stunting.

"Kita ingin melihat hasilnya melalui data. Apakah upaya yang dilakukan bersama-sama mampu menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di Kota Bontang," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved