Virus Corona di Balikpapan
UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Waspada Klaster Keluarga, Peningkatan Kasus Usia Balita Meningkat
Gugus Tugas covid-19 Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, beberapa pekan terakhir hampir setiap harinya ada kasus transmisi antar anggota
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penyebaran virus Corona atau covid-19 di antara keluarga atau klaster keluarga juga menjadi kekhawatiran baru.
Dari data yang diumumkan Gugus Tugas covid-19 Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, beberapa pekan terakhir hampir setiap harinya ada kasus transmisi antar anggota keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty membenarkan hal tersebut, ini menjadi perhatian pihaknya sekarang.
“Semakin ke sini, bahkan setiap hari kita mendapat data ada dari cluster keluarga. Yang penambahan hari ini pun ada,” katanya kepada TribunKaltim.co pada Rabu (16/9/2020).
Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Pasien Covid-19 Kembali Bertambah 8, Didominasi Klaster Pertanahan
Baca Juga: Bangun Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur Ditunda, Garap Masterplan dan Infrastruktur Dasar Saja
Wanita yang kerap disapa Dio ini mengatakan, setidaknya jumlah klaster keluarga di Kota Balikpapan sudah menyentuh angka 108.
Angka tersebut didapatkan Gugus Tugas covid-19 dari perhitungan dengan standart dua orang di dalam satu keluarga.
"Kalau sebelumnya, kami memakai standart cluster keluarga itu dengan empat orang. Ternyata setelah Rakor dengan Dinkes Provinsi, standartnya dua,” jelasnya.
Menurut Dio, terjadi peningkatan kasus kelompok usia balita 0-5 tahun di dalam penularan klaster keluarga.
Maka itu, ia mengimbau agar setiap kasus tanpa gejala tidak menjalani
isolasi di rumah jika terdapat lansia, balita, dan ibu hamil.
"Makanya sekarang orang tanpa gejala yang terkonfirmasi diarahkan untuk bisa menempati Embarkasi Haji. Masih banyak yang kosong," terangnya.
Sebagai informasi, jumlah akumulatif kasus terkonfirmasi covid-19 di Kota Balikpapan terbaru mencapai 2.478 kasus.
Rincinya 319 pasien sedang mendapat perawatan, 480 pasien melakukan isolasi mandiri. Pun jumlah pasien sembuh 1.523 orang, dan 156 pasien meninggal dunia.
Masker Scuba Kurang Maksimal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/25-m-lagi.jpg)