Berita Kaltara Terkini
Respons Bupati Bulungan Syarwani soal Program Gentengisasi Prabowo: Bukan soal Estetika
Bupati Bulungan Syarwani menyatakan dukungannya terhadap wacana program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo.
Ringkasan Berita:
- Bupati Bulungan Syarwani mendukung program gentengisasi Presiden Prabowo, namun menegaskan perlu skema dan petunjuk teknis yang jelas dari pemerintah pusat.
- Ia menyoroti aspek kesehatan dan lingkungan, terutama potensi risiko atap seng dalam jangka panjang bagi masyarakat.
- Program gentengisasi dinilai berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM, koperasi, dan pelaku usaha genteng lokal di Bulungan.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani menyatakan dukungannya terhadap wacana program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo.
Namun dukungan tersebut dengan catatan implementasinya harus memiliki skema yang jelas dan berdampak luas bagi masyarakat.
Wacana program gentengisasi yang disampaikan pemerintah pusat mulai mendapat respons sejumlah kepala daerah.
Kali ini Bupati Bulungan, Syarwani menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut, selama bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas dan berdampak positif dalam jangka panjang.
Baca juga: Dosen Poltekba Balikpapan Komentari Gentengisasi, Sodorkan 7 Syarat untuk Rumah Layak Huni
Menurut Syarwani, arahan terkait penggunaan genteng sebagai pengganti atap seng disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor).
Namun untuk penerapannya sendiri masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Kita tunggu arahan lebih lanjut. Apakah nanti akan diterapkan di seluruh bangunan pemerintah terlebih dahulu atau langsung menyasar masyarakat luas, tentu harus ada skema yang jelas,” kata Syarwani, Senin (16/2/2026).
Syarwani menjelaskan jika kebijakan ini diperluas ke masyarakat, maka perlu dipikirkan mekanisme subsidi maupun dukungan pembiayaan.
Baca juga: Gentengisasi Dukung Program 3 Juta Rumah, IAI Kaltim Dorong Produksi Lokal
Termasuk apakah program tersebut menyasar bangunan baru saja atau juga rumah yang sudah terbangun sebelumnya.
“Kalau memang diarahkan ke masyarakat, pasti muncul pertanyaan, gentengnya dari mana? Apakah ada subsidi? Skemanya seperti apa? Itu yang harus dijawab,” ungkapnya.
Syarwani menilai, gagasan gentengisasi tidak bisa dilihat hanya dari sisi estetika bangunan semata, tetapi juga dari aspek kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Ia menyinggung potensi risiko penggunaan atap seng dalam jangka panjang.
Baca juga: Menkeu Purbaya Soal Program Prabowo Tentang Gentengisasi Nasional, Anggaran Bisa Dipotong dari MBG
“Kalau dari sisi kesehatan, seng itu berpotensi berkarat. Air hujan yang ditampung lalu dikonsumsi masyarakat bisa saja berdampak dalam jangka panjang. Mungkin tidak terasa hari ini, tapi ke depan bisa menjadi persoalan,” jelasnya.
Karena itu, ia memandang kebijakan tersebut sebagai langkah strategis yang berpikir jauh ke depan, bukan sekadar program jangka pendek satu atau dua tahun.
Lebih jauh, Syarwani melihat peluang ekonomi yang bisa tumbuh dari kebijakan ini, khususnya bagi pelaku usaha lokal di Bulungan.
| Fenomena El Nino Godzila, BMKG Tanjung Harapan Sebut untuk Kaltara Pengaruhnya Tak Signifikan |
|
|---|
| 5 Rumah di Desa Pimping Kaltara Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik |
|
|---|
| Kebakaran Pabrik Sabut Kelapa di PPU, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Limbah |
|
|---|
| Kebakaran Rumah Kosong di Tarakan Hebohkan Warga, Api Muncul Usai Ashar |
|
|---|
| Jadwal Keberangkatan Bus Damri di Terminal Tanjung Selor Kaltara, 15 Armada Disiapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260216_-Ilustrasi-rumah-milik-warga-di-Kabupaten-Bulungan-yang-menggunakan-atap-seng.jpg)