Berita Kaltara Terkini
Anak Masak Sendiri, Warung Nasi Kuning di Nunukan Terbakar Usai Tarawih
Warung nasi kuning di Nunukan, Kalimantan Utara, nyaris ludes usai Tarawih, beruntung warga sigap memadamkan sebelum merembet.
Ringkasan Berita:
- Kebakaran terjadi usai Tarawih, dipicu kompor menyala dekat dinding triplek.
- Warga memadamkan api sebelum Damkar tiba, kerugian sekitar Rp2 juta.
- Damkar imbau warung dan kios lengkapi APAR, waspada saat Ramadhan.
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Sebuah warung penjual nasi kuning dan lauk pauk milik Chaerul Bahri (39), warga Jalan Ujang Dewa, Sedadap, Nunukan Selatan, nyaris ludes terbakar pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 20.50 Wita, sesaat setelah salat Tarawih.
Kebakaran terjadi saat anak pemilik warung yang masih duduk di bangku SD sedang memasak untuk adiknya, sementara orang tuanya keluar berbelanja.
Diduga, kompor gas ditinggalkan dalam kondisi menyala dan posisinya terlalu dekat dengan dinding rumah berbahan triplek, sehingga api cepat membesar.
“Api menjalar cukup cepat karena kompor berada rapat dengan dinding triplek. Anak tersebut kemudian berteriak meminta tolong saat melihat api membesar,” jelas Komandan Pleton Pemadam Kebakaran Penyelamatan Sektor Nunukan Selatan, Nasruddin.
Baca juga: Kebakaran Ruko Ponsel di Samarinda, Api Diduga Berasal dari AC
Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 jutaan.
Nasruddin melaporkan pihaknya menerima informasi kebakaran pada pukul 20.52 Wita.
Jarak Damkar ke lokasi cukup dekat.
“Anggota tiba di lokasi pukul 20.55 Wita,” ujarnya kepada TribunKaltara.com melalui sambungan telepon, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Percikan Api di Pompa BBM Picu Kebakaran di Pesisir Liang Bunyu, Satu Motor dan 3 Drum Minyak Ludes
Saat petugas tiba, warga sekitar yang baru pulang dari Tarawih sudah sigap memadamkan api secara manual menggunakan air seadanya.
“Pukul 20.57 Wita, lokasi dinyatakan aman setelah kami pastikan tidak ada potensi penyalaan kembali,” tambahnya.
Aktivitas Masak Ramadan Tingkatkan Risiko
Menurut Nasruddin, tren kebakaran di wilayah Nunukan cenderung meningkat saat Ramadhan.
Aktivitas memasak untuk sahur dan berbuka menjadi faktor risiko tersendiri, terutama ketika kondisi tubuh lelah atau mengantuk.
“Biasanya malam hari aktivitas masak meningkat. Kondisi warga yang lelah setelah tarawih atau mengantuk menjelang sahur juga bisa menyebabkan kelalaian,” ungkapnya.
Baca juga: Pemkab Serahkan 10 Unit Damkar untuk 10 Kecamatan di Kutai Barat untuk Atasi Kebakaran
Imbau Lengkapi APAR
| WFA Pemprov Kaltara Tekan Biaya Listrik dan Air hingga Ratusan Juta Rupiah |
|
|---|
| Siasat Kadin Kaltara Hadapi Ekonomi Sulit, Dorong Investasi demi Tangkal Efek Domino BBM |
|
|---|
| Bayar BBM dan Parkir Pakai QRIS? BI Kaltara Mulai Siapkan Digitalisasi di Tarakan |
|
|---|
| Patroli Keselamatan Maritim di Sebatik, Nelayan Diingatkan Wajib Pakai Life Jacket |
|
|---|
| Malinau Siapkan SPAM Terpadu Rp60 Miliar, Solusi Krisis Air Bersih Jangka Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260219_Kebakaran-melanda-warung-nasi-kuning-di-Nunukan-Kalimantan-Utara.jpg)