Selasa, 14 April 2026

Ramadan 2026

Ramadan 2026, Penjualan Semangka di Malinau Kaltara Tembus 2 Ton per Hari

Ramadan 2026 membawa berkah bagi pedagang dan petani lokal di Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
STOK SEMANGKA - Tumpukan buah semangka lokal di salah satu toko buah di Malinau Kota, Selasa (24/2/2026). Penjualan buah semangka di tingkat pedagang lokal melonjak hingga 50 persen selama Ramadan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku takjil. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

Ringkasan Berita:
  • Permintaan semangka di Malinau naik signifikan selama Ramadan 1447 H, dengan distribusi mencapai 2 ton per hari.
  • Stok tersedia sekitar 6 ton, seluruhnya dipasok dari panen petani lokal tanpa perlu kiriman luar daerah.
  • Semangka menjadi buah favorit takjil karena harga terjangkau, kandungan air tinggi, dan kualitas segar.

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU – Permintaan buah semangka di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, melonjak drastis selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026.

Bahkan, distribusi di tingkat pedagang bisa mencapai 2 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan para penjual takjil.

Lonjakan ini dipicu tingginya konsumsi buah air sebagai bahan utama minuman berbuka puasa.

Semangka menjadi pilihan favorit karena harga yang relatif terjangkau dan kandungan airnya yang tinggi.

Baca juga: Permintaan Buah Segar di Tenggarong Kukar Naik Selama Ramadan, Semangka Paling Laris

Pedagang Toko Semangka Malinau, Mahuri, mengaku peningkatan permintaan sudah terasa sejak awal puasa.

Dalam sehari, tokonya mampu mendistribusikan hingga 2 ton semangka.

"Alhamdulillah karena momen puasa ini banyak orang jualan pakai buah semangka. Karena semangka kan buah air dibutuhkan orang-orang yang puasa, ini kan buah merakyat," ujar Mahuri saat ditemui di tokonya, Malinau Kota.

Ia menyebut, stok yang tersedia saat ini mencapai sekitar 6 ton.

Baca juga: Kaya Air dan Nutrisi, Inilah 10 Khasiat Semangka untuk Kesehatan Tubuh

Seluruh pasokan berasal dari hasil panen petani lokal Malinau yang sedang memasuki masa panen raya.

"Ini kebetulan baru panen, stok ada sekitar 6 ton. Selama barang di Malinau berlimpah kita pakai lokal saja, kecuali kalau kosong baru didatangkan dari luar," katanya.

Mahuri menegaskan, melimpahnya hasil panen membuat pedagang tidak perlu mendatangkan semangka dari luar daerah seperti Berau atau Samarinda.

Fenomena serupa juga terpantau di sejumlah toko buah di wilayah Malinau Kota.

Baca juga: 6 Daerah Penghasil Semangka Terbanyak di Kaltim, Ternyata Bukan hanya Kutai Kartanegara

Pengelola toko buah lainnya, Misna, mengatakan peningkatan permintaan buah air merupakan tren rutin setiap Ramadhan.

"Laku, biasa kalau bulan puasa. Karena kaya jadi menu wajib, es buah pencuci mulut. Sekarang ini pun banyak dari petani lokal," ungkapnya.

Ketersediaan buah air yang cukup tak lepas dari perhitungan para petani dalam mengatur jadwal tanam dan panen agar bertepatan dengan bulan puasa.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved