Berita Nunukan Terkini
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Mei, BPS Nunukan Minta Pelaku Usaha Jujur dan Aktif.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan bersiap menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan dimulai pada Mei hingga Juli mendatang
TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan bersiap menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan dimulai pada Mei hingga Juli mendatang.
Agenda nasional sepuluh tahunan ini menjadi momentum krusial untuk memotret peta kekuatan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien, menjelaskan bahwa SE 2026 akan menyasar seluruh sektor usaha non-pertanian.
Mulai dari level Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga perusahaan skala besar.
“Melalui SE 2026, pemerintah akan memperoleh gambaran komprehensif mengenai jumlah, skala, struktur, serta karakteristik usaha di tengah masyarakat,” ujar Iskandar.
Baca juga: BPS Berau Lakukan Persiapan Sensus Ekonomi 2026, Akan Rekrut Petugas Sensus di 13 Kecamatan
Iskandar menekankan bahwa data yang terkumpul bukan sekadar angka, melainkan landasan strategis bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan kebijakan.
Khusus di Nunukan, data ini akan digunakan untuk pengembangan sektor ekonomi unggulan, pemberdayaan UMKM lokal dan peningkatan daya tarik investasi di wilayah perbatasan.
Selama tiga bulan masa pendataan, petugas sensus yang telah dibekali pelatihan khusus akan mendatangi langsung lokasi usaha.
Untuk menjamin keamanan responden, setiap petugas akan dilengkapi dengan tanda pengenal resmi dan atribut BPS.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan identitas petugas sebelum memberikan informasi," tambah Iskandar.
Sektor yang akan didata meliputi perdagangan, industri pengolahan, jasa, konstruksi, transportasi, hingga penyediaan akomodasi dan makan-minum.
Adapun poin utama pendataan mencakup identitas usaha, jumlah tenaga kerja, hingga kondisi operasional secara umum.
BPS menegaskan bahwa kerahasiaan data responden dilindungi sepenuhnya oleh undang-undang. Iskandar menjamin bahwa informasi yang diberikan tidak akan disalahgunakan.
“Data ini semata-mata untuk kepentingan statistik. Tidak akan digunakan untuk urusan perpajakan maupun penegakan hukum. Jadi, pelaku usaha tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Baca juga: Hetifah Sjaifudian Serukan Partisipasi Warga Kaltim dalam Sensus Ekonomi 2026
Ia berharap partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar data yang dihasilkan akurat.
Dengan data yang valid, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nunukan dapat lebih inklusif, kompetitif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di garda terdepan Indonesia. (*)
| Bupati Nunukan Irwan Sabri Minta UMKM Tak Takut Ikut Sensus Ekonomi 2026, Data Dijamin Rahasia |
|
|---|
| Kepala SMAN 1 Nunukan Jamin Transparansi SPMB dan Tolak Praktik Titipan |
|
|---|
| Petunjuk 'Karpet Lumpur' Bongkar Aksi Maling Pisang dan Sawit di Sebatik, Kerap Teror Kebun Warga |
|
|---|
| Gaji ke-13 ASN Nunukan Belum Cair, Pemkab Masih Tunggu Aturan Resmi dari Pusat |
|
|---|
| Kebakaran Hebat Hanguskan Gereja Santo Yosep Tulin Onsoi Nunukan, Rumah Pastoral Selamat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260228-Kepala-BPS-Kabupaten-Nunukan-Dr-Iskandar-Ahmaddien.jpg)