Senin, 15 Juni 2026

Berita Nunukan Terkini

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Mei, BPS Nunukan Minta Pelaku Usaha Jujur dan Aktif.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan bersiap menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan dimulai pada Mei hingga Juli mendatang

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/HO
SENSUS EKONOMI 2026 - Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien. Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan melakukan pendataan langsung ke pelaku usaha dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang berlangsung Mei hingga Juli 2026. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendataan guna mendukung perencanaan pembangunan ekonomi daerah. (TribunKaltara.com/Istimewa) 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKANBadan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan bersiap menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan dimulai pada Mei hingga Juli mendatang.

Agenda nasional sepuluh tahunan ini menjadi momentum krusial untuk memotret peta kekuatan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien, menjelaskan bahwa SE 2026 akan menyasar seluruh sektor usaha non-pertanian.

Mulai dari level Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga perusahaan skala besar.

“Melalui SE 2026, pemerintah akan memperoleh gambaran komprehensif mengenai jumlah, skala, struktur, serta karakteristik usaha di tengah masyarakat,” ujar Iskandar.

Baca juga: BPS Berau Lakukan Persiapan Sensus Ekonomi 2026, Akan Rekrut Petugas Sensus di 13 Kecamatan

Iskandar menekankan bahwa data yang terkumpul bukan sekadar angka, melainkan landasan strategis bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan kebijakan.

Khusus di Nunukan, data ini akan digunakan untuk pengembangan sektor ekonomi unggulan, pemberdayaan UMKM lokal dan peningkatan daya tarik investasi di wilayah perbatasan.

Selama tiga bulan masa pendataan, petugas sensus yang telah dibekali pelatihan khusus akan mendatangi langsung lokasi usaha.

Untuk menjamin keamanan responden, setiap petugas akan dilengkapi dengan tanda pengenal resmi dan atribut BPS.

"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan identitas petugas sebelum memberikan informasi," tambah Iskandar.

Sektor yang akan didata meliputi perdagangan, industri pengolahan, jasa, konstruksi, transportasi, hingga penyediaan akomodasi dan makan-minum.

Adapun poin utama pendataan mencakup identitas usaha, jumlah tenaga kerja, hingga kondisi operasional secara umum.

BPS menegaskan bahwa kerahasiaan data responden dilindungi sepenuhnya oleh undang-undang. Iskandar menjamin bahwa informasi yang diberikan tidak akan disalahgunakan.

“Data ini semata-mata untuk kepentingan statistik. Tidak akan digunakan untuk urusan perpajakan maupun penegakan hukum. Jadi, pelaku usaha tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Baca juga: Hetifah Sjaifudian Serukan Partisipasi Warga Kaltim dalam Sensus Ekonomi 2026

Ia berharap partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar data yang dihasilkan akurat.

Dengan data yang valid, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nunukan dapat lebih inklusif, kompetitif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di garda terdepan Indonesia. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved