Berita Nunukan Terkini
Kepala SMAN 1 Nunukan Jamin Transparansi SPMB dan Tolak Praktik Titipan
Kepala SMAN 1 Nunukan, Sularno, telah mengundang tokoh masyarakat, media, hingga warga untuk ikut mengawasi jalannya proses penerimaan siswa baru
Ringkasan Berita:
- SMA Negeri 1 Nunukan menjamin transparansi dalam pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027
- Kepala Sekolah Sularno mengundang pengawasan publik untuk mencegah praktik titip-menitip siswa
- Sekolah menyediakan kanal pengaduan dan layanan informasi guna menjaga akuntabilitas proses seleksi
- SMAN 1 Nunukan meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi anak putus sekolah
- Program PJJ menggunakan sistem daring LMS dengan dukungan fasilitas laboratorium komputer sekolah
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Kepala SMAN 1 Nunukan, Sularno, telah mengundang tokoh masyarakat, media, hingga warga untuk ikut mengawasi jalannya proses penerimaan siswa baru.
Bahkan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Nunukan dipastikan berlangsung secara transparan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik titip-menitip maupun permainan dalam proses seleksi penerimaan peserta didik.
"Kami akan melaksanakan sesuai juknis dengan jujur dan adil. Tokoh masyarakat, wartawan, bisa ikut mendampingi kami supaya tidak ada permainan dan tidak ada titip-titipan," ujar Sularno kepada TribunKaltara.com.
Menurutnya, pola pengawasan terbuka seperti yang diterapkan tahun lalu terbukti mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil seleksi.
Baca juga: Lengkap Jadwal SPMB Balikpapan 2026 SD-SMP, Kapan Terakhir Ambil Antrean Verval dan Tanggal Masuk?
Karena itu, sistem serupa kembali diterapkan pada SPMB tahun ini.
Selain melibatkan berbagai pihak dalam pengawasan, pihak sekolah juga menyiapkan layanan informasi dan kanal pengaduan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan maupun laporan selama proses pendaftaran berlangsung.
"Kami juga menyediakan link pengaduan supaya pelaksanaan SPMB berjalan transparan, akuntabel dan bisa dipercaya oleh seluruh warga masyarakat," katanya.
Sularno menjelaskan, pendaftaran SPMB reguler akan berlangsung mulai 27 Juni hingga 4 Juli 2026.
Informasi terkait jadwal dan tahapan seleksi akan dipasang di lingkungan sekolah agar mudah diketahui masyarakat.
Tak hanya membuka jalur reguler, SMAN 1 Nunukan juga mendapat tugas baru dari pemerintah pusat melalui program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang menyasar anak-anak usia SMA yang tidak bersekolah maupun putus sekolah.
Program tersebut akan memanfaatkan data yang telah dihimpun pemerintah pusat.
Berdasarkan data awal, terdapat 22 anak usia 16 hingga 18 tahun di wilayah Nunukan yang menjadi sasaran utama program tersebut.
"Data dari pusat ini nanti kami lacak, kemudian kami fasilitasi dan kami ajak supaya anak-anak bisa kembali mendapatkan pendidikan dan memiliki ijazah untuk masa depan mereka," ungkapnya.
Melalui program PJJ, peserta didik tidak harus hadir setiap hari di sekolah. Proses belajar dilakukan secara daring menggunakan Learning Management System (LMS) yang berisi materi pembelajaran, video, tugas, hingga evaluasi yang dapat dipantau langsung oleh guru.
| Petunjuk 'Karpet Lumpur' Bongkar Aksi Maling Pisang dan Sawit di Sebatik, Kerap Teror Kebun Warga |
|
|---|
| Gaji ke-13 ASN Nunukan Belum Cair, Pemkab Masih Tunggu Aturan Resmi dari Pusat |
|
|---|
| Kebakaran Hebat Hanguskan Gereja Santo Yosep Tulin Onsoi Nunukan, Rumah Pastoral Selamat |
|
|---|
| Dampak Penguatan Ringgit, Ribuan Warga Malaysia Serbu Sektor Wisata di Nunukan |
|
|---|
| Detik-detik Kebakaran Kios Pulsa di Nunukan, Diduga karena Korsleting Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260713-SMA-Negeri-1-Nunukan.jpg)