Berita Kaltara Terkini
Stok BBM dan LPG Diklaim Aman 19 Hari, DPRD Kaltara Soroti Antrean di SPBU
Stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Utara (Kaltara) diklaim aman hingga 19 hari ke depan.
Ringkasan Berita:
- Pertamina menyebut stok BBM dan LPG di Kaltara aman hingga 19 hari menjelang Lebaran,
- DPRD Kaltara menyoroti antrean panjang di SPBU serta distribusi LPG yang masih dikeluhkan masyarakat.
- Pertamina berencana melakukan pemetaan ulang distribusi dan pengaturan jam penjualan biosolar untuk mengurai antrean.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Utara (Kaltara) diklaim aman hingga 19 hari ke depan.
Namun di tengah jaminan tersebut, DPRD Kaltara tetap menyoroti persoalan antrean panjang di SPBU hingga masih adanya SPBU yang tutup di sejumlah wilayah.
Sorotan itu disampaikan saat anggota DPRD Kaltara melakukan kunjungan kerja ke Fuel Terminal Tarakan, Selasa (4/3/2026), guna memastikan kesiapan pasokan energi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam pertemuan tersebut, anggota DPRD Kaltara, di antaranya Jufri Budiman dan H. Yancong bersama anggota lainnya meminta penjelasan langsung dari manajemen PT Pertamina (Persero) terkait kondisi stok BBM dan LPG di daerah.
Baca juga: Bahlil sebut Cadangan BBM Indonesia Cukup 20 Hari, Bagaimana Jika Konflik Timur Tengah tak Mereda?
Anggota DPRD Kaltara, Jufri Budiman, menegaskan bahwa Komisi III memberi perhatian serius terhadap ketersediaan BBM, khususnya jenis Pertamax serta BBM untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
“Yang pertama tentu kesediaan stok BBM terkait persiapan Hari Raya Idul Fitri. Kami menanyakan sampai berapa hari ke depan ketersediaan Pertamax dan BBM kebutuhan roda II maupun roda IV,” ujar Jufri.
Berdasarkan paparan Pertamina, stok BBM dalam kondisi aman.
Bahkan kapal tanker disebut telah standby untuk bongkar muat guna memenuhi kebutuhan masyarakat di lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara, yakni Tarakan, Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.
Baca juga: Dampak Perang Israel-AS vs Iran ke Indonesia: Harga BBM dan Bahan Pokok Terancam Naik
Selain BBM, DPRD Kaltara juga menyoroti distribusi LPG yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
Jufri mengungkapkan, berdasarkan data dari Pertamina, kuota LPG yang disalurkan ke daerah disebut telah sesuai dengan kebutuhan.
Namun kondisi di lapangan dinilai masih menunjukkan permasalahan.
“Kalau menurut supplier dari Pertamina, sudah sesuai kuota. Tapi fakta di lapangan masih banyak ibu-ibu sampai jatuh dari motor saat truk LPG datang karena berebut mendapatkan tabung gas. Ini ada apa?” tegasnya.
Baca juga: Alasan Bahlil saat Disinggung Cadangan BBM Indonesia hanya untuk 25 Hari, Padahal Jepang 254 Hari
Menurutnya, kondisi tersebut menandakan adanya persoalan dalam distribusi yang perlu dibenahi. DPRD Kaltara menilai pengawasan tidak boleh hanya berhenti pada laporan administrasi.
“Jangan hanya aman di atas kertas, jangan hanya di laporan saja. Pengawasannya harus benar-benar sampai ke lapangan,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Pertamina menyampaikan bahwa stok LPG juga dalam kondisi aman hingga 19 hari ke depan.
| Video Viral Narkoba di Nunukan Berujung Penangkapan, 4 Pria Diamankan Polisi |
|
|---|
| BBM Subsidi Nunukan Global Tanpa Pembagian, Nelayan dan Petani Bergantung Rekomendasi |
|
|---|
| BBM di Nunukan Dipastikan Aman, Ini Penjelasan Soal Kuota dan Distribusi |
|
|---|
| Di Tengah Kebijakan WFH ASN, Hari ini Disdukcapil Tana Tidung Tempat Buka Layanan di Kantor |
|
|---|
| MTQ ke-22 Kabupaten Malinau Digelar 20 April 2026, Ada 8 Cabang Lomba yang Dipertandingkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260304_Pertamina-memberikan-penjelasan-kepada-DPRD-Kaltara-mengenai-Stok-BBM.jpg)