Kamis, 7 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Stok BBM dan LPG Diklaim Aman 19 Hari, DPRD Kaltara Soroti Antrean di SPBU

Stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Utara (Kaltara) diklaim aman hingga 19 hari ke depan.

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
BERI PENJELASAN - Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut V Fuel, Muhammad Naufal saat memaparkan penjelasan di depan anggota DPRD Kaltara mengenai antrean BBM mengular di Tarakan dan Bulungan. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

Bahkan akan ada tambahan suplai sekitar 150 ton yang dikirim dari Balikpapan dalam waktu dekat.

“Artinya untuk Lebaran sampai satu bulan ke depan masih aman,” ungkap Jufri.

Baca juga: Kuota LPG 3 Kg Tana Tidung 2026 Belum Diputus, Usul Naik 1.005 Metrik Ton

Meski jaminan stok telah disampaikan, DPRD Kaltara tetap menyoroti persoalan klasik yang terus berulang, yakni antrean panjang di SPBU serta operasional SPBU yang kerap tutup.

“Kenapa bisa antre panjang? Kenapa SPBU sering tutup? Padahal menurut data sudah sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh, terutama terkait distribusi BBM jenis solar.

Jufri juga menekankan pentingnya pemisahan yang tegas antara BBM subsidi dan non-subsidi.

“Kita harus pisahkan kebutuhan non-subsidi dengan subsidi. Supaya proyek-proyek industri benar-benar mengambil di jalur yang benar dan sesuai koridor,” tegasnya.

Baca juga: Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Tana Tidung, Warga Terpaksa Pakai Gas Pink

Menurutnya, jika jalur distribusi dapat dipisahkan dengan baik, maka antrean panjang di SPBU bisa ditekan dan masyarakat tidak lagi dirugikan.

"Yang jelas DPRD Kaltara memastikan akan terus mengawal persoalan distribusi BBM dan LPG ini, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri, agar kebutuhan dasar masyarakat benar-benar terpenuhi dan tidak hanya dinyatakan aman dalam laporan," jelasnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut V Fuel, Muhammad Naufal, memberikan penjelasan terkait antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah wilayah seperti Tarakan dan Bulungan.

Ia menjelaskan bahwa antrean tersebut salah satunya dipicu oleh mekanisme penggunaan Surat Rekomendasi (SR) dalam pembelian Biosolar bersubsidi.

Menurutnya, alokasi biosolar dalam satu bulan terkadang sudah habis menjelang akhir bulan.

Baca juga: Efisiensi Anggaran Pemkab Tana Tidung Hambat Distribusi LPG 3 Kg ke Wilayah Pesisir

Sementara SR baru diterbitkan kembali pada awal bulan berikutnya sehingga memicu antrean kendaraan sebelum distribusi dimulai.

Naufal mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan SPBU untuk mengatur pola antrean agar tidak menumpuk.

Selain itu, Pertamina juga berencana melakukan pemetaan ulang titik distribusi serta mengatur pembukaan penjualan biosolar secara bersamaan di sejumlah SPBU guna memecah antrean.

“Nanti akan saya coba atur ulang ya. Bukan saya coba kendalikan. Mengingat jika kita bukanya tidak bersamaan gitu untuk dari penjualan biosolar akan menumpuk di 1 SPBU nantinya. Nanti kita akan maksimal untuk koordinasikan ke Hiswana Migas dan juga koordinasi ke 4 pengusaha SPBU tersebut,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved