Breaking News
Senin, 13 April 2026

Berita Tarakan Terkini

BMKG Tarakan Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Selama Periode Lebaran 2026

BMKG memprediksi, cuaca akan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai ancaman banjir rob di wilayah pesisir

Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/ANDI PAUSIAH
HIMBAUAN CUACA - Kepala BMKG Kota Tarakan, M. Sulam Khilmi, memberikan keterangan terkait prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Kalimantan Utara selama periode Lebaran 2026. Warga diimbau waspada terhadap potensi hujan lebat dan banjir rob, terutama di wilayah pesisir Tarakan dan Pulau Bunyu pada 17-21 Maret mendatang. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN – Masyarakat di wilayah Tarakan dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode Lebaran 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca akan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai ancaman banjir rob di wilayah pesisir.

Kepala BMKG Kota Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh aktifnya Monsoon Asia yang membawa massa uap air dalam jumlah besar menuju wilayah Kalimantan Utara.

“Selama periode Lebaran, cuaca didominasi hujan sedang hingga lebat. Hal ini dikarenakan Monsoon Asia masih aktif, sehingga uap air yang dibawa dari Asia menuju Kaltara, termasuk Tarakan, tergolong cukup tinggi,” ungkap Sulam Khilmi saat dikonfirmasi mengenai prakiraan cuaca arus mudik dan balik Idulfitri.

Berdasarkan pantauan terkini, pertumbuhan awan hujan di Tarakan masih sangat signifikan.

Meski BMKG memprediksi cuaca akan relatif cerah pada 13-15 Maret 2026, masyarakat diminta tidak lengah. Potensi hujan lebat akan kembali meningkat mulai 16 hingga 19 Maret dengan status kewaspadaan kategori kuning.

Baca juga: Daftar Wilayah Kaltim yang Diprediksi BMKG Turun Hujan saat Lebaran 21 Maret 2026

“Pada tanggal 16 sampai 19 Maret, kita masuk kategori kuning lagi. Artinya, intensitas hujan kembali berada pada level sedang hingga lebat,” tambahnya.

Selain curah hujan tinggi, fenomena alam lain yang perlu diantisipasi adalah banjir rob. Sulam menjelaskan bahwa fase bulan baru yang bertepatan dengan posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi (perigee) akan memicu kenaikan air laut.

Potensi banjir rob ini diprediksi terjadi dalam rentang waktu dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fase tersebut, yakni mulai 17 hingga 21 Maret 2026.

“Khusus untuk Tarakan dan Pulau Bunyu, harap waspada terhadap potensi banjir rob pada periode tersebut,” tegasnya.

Baca juga: Gempa Hari Ini Guncang Garut Jawa Barat Magnitudo 3,0, Cek Info BMKG

Terkait fenomena global, BMKG memastikan bahwa saat ini kondisi La Nina masih dalam kategori lemah, sehingga tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan terhadap anomali cuaca di wilayah Tarakan. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved