Minggu, 7 Juni 2026

Berita Malinau Terkini

Investasi SDM Jadi Prioritas, Bupati Wempi Pastikan Program 'Desa Sarjana' Malinau Jalan Terus

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan program beasiswa penuh bagi mahasiswa asal wilayah pedalaman

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
BEASISWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan program beasiswa penuh bagi mahasiswa asal wilayah pedalaman dan perbatasan 

TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan program beasiswa penuh bagi mahasiswa asal wilayah pedalaman dan perbatasan.

Meski terdapat dinamika pada postur anggaran daerah tahun 2026, alokasi untuk sektor pendidikan dipastikan tidak akan dikurangi.

Program strategis bertajuk "Desa Sarjana Unggul" ini menjamin seluruh pembiayaan pendidikan tinggi secara total (100 persen), mulai dari biaya kuliah (UKT), biaya hidup, hingga tempat tinggal bagi putra-putri daerah yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan instrumen pemerataan akses pendidikan agar setiap desa memiliki minimal satu tenaga profesional yang siap membangun kampung halamannya setelah lulus.

Baca juga: Wisata Pemandian Air Panas di Malinau Ramai saat Libur Lebaran, Sehari Tembus 972 Wisatawan

"Minimal setiap tahun ada satu putra dan putri dari tiap desa yang diberi kesempatan. Pembiayaannya sepenuhnya ditanggung oleh APBD daerah, mencakup biaya hidup, perkuliahan, dan tempat tinggal," ujar Wempi, Sabtu (28/3/2026).

Sejak dimulai pada tahun 2021, program ini telah menjaring hampir 2.000 peserta. Pada angkatan tahun 2025 saja, tercatat ada 743 peserta aktif yang berasal dari 103 desa dan tersebar di 181 perguruan tinggi mitra pemerintah daerah.

Meskipun terjadi penurunan tren transfer anggaran dari pemerintah pusat, Pemkab Malinau terus meningkatkan kolaborasi dengan sektor swasta guna menjaga keberlangsungan program jangka panjang ini.

"Spirit yang kami bangun sederhana namun kuat: dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Pendidikan adalah kunci pemerataan pembangunan, khususnya bagi wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses SDM," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved