Kamis, 7 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Kisah Tragis ABK Habibi Express di Sungai Sesayap, Jatuh Saat Bekerja, Ditemukan Setelah 12 Hari

Kisah pilu ABK Firman, jatuh saat bekerja dan ditemukan meninggal setelah 12 hari pencarian

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/RISMAYANTI
KRONOLOGI PENEMUAN KORBAN - Suasana rumah duka di Jalan Jenderal Sudirman, Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Selasa (31/3/2026). Polres Tana Tidung ungkap kronologi penemuan korban yang jatuh di Sungai Sesayap. (TribunKaltara.com/Rismayanti) 

Ringkasan Berita:
  • ABK Firman jatuh saat bekerja di speedboat pada 19 Maret 2026
  • Pencarian dilakukan selama 12 hari hingga korban ditemukan meninggal
  • Jenazah ditemukan di sekitar Pulau Tempudus dan dimakamkan oleh keluarga

TRIBUNKALTIM.CO - Peristiwa tragis yang menimpa Firman (25), Anak Buah Kapal (ABK) speedboat Habibi Express, akhirnya terungkap secara lengkap. 

Polres Tana Tidung memaparkan kronologi kejadian hingga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 12 hari pencarian di perairan Sungai Sesayap.

Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho, menjelaskan bahwa insiden bermula pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 14.15 WITA.

Saat itu, korban tengah melakukan aktivitas rutin membersihkan bagian belakang speedboat yang sedang beroperasi.

“Korban terjatuh saat sedang membersihkan kotoran di bagian belakang speedboat Habibi Express yang sedang beroperasi di perairan Sungai Sesayap,” ujarnya.

Baca juga: Rekrutmen Polri 2026 di Malinau Kaltara, 127 Pendaftar Pilih Jalur Bintara

Pencarian Intensif Selama Tujuh Hari

Setelah kejadian, upaya pencarian langsung dilakukan oleh Polres Tana Tidung bersama BPBD, instansi terkait, serta masyarakat setempat.

Namun hingga dini hari sekitar pukul 05.00 WITA, pencarian hari pertama belum membuahkan hasil.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Jumat (20/3/2026) oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Polres, TNI, serta dibantu masyarakat dan keluarga korban. Selama tujuh hari, pencarian dilakukan secara intensif di sepanjang aliran Sungai Sesayap.

Namun hingga Rabu (25/3/2026), korban belum juga ditemukan. Berdasarkan prosedur, operasi pencarian resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh.

Upaya Mandiri dan Doa Keluarga

Meski operasi resmi dihentikan, keluarga korban tidak berhenti berharap. Mereka melanjutkan pencarian secara mandiri sejak 26 hingga 30 Maret 2026.

Baca juga: 12 Hari Hilang di Sungai Sesayap, ABK SB Habibi Express Ditemukan Meninggal di Pulau Tempudus

Selain itu, keluarga juga menggelar doa bersama di lokasi kejadian sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar korban segera ditemukan.

“Keluarga korban juga melakukan pencarian secara mandiri hingga beberapa hari, bahkan sempat dilakukan doa bersama di lokasi kejadian,” jelas AKBP Eko Nugroho.

Kisah ini menggambarkan keteguhan keluarga dalam menghadapi ketidakpastian, sekaligus menjadi potret sisi kemanusiaan di balik tragedi tersebut.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved