Senin, 20 April 2026

Idul Adha 2026

Baru Datang 148 Ekor, Sapi di Tarakan Langsung Ludes Dipesan Pembeli Jelang Idul Adha

Baru tiga hari didatangkan, ratusan sapi di Tarakan langsung diserbu pembeli jelang Idul Adha, bahkan sebagian besar sudah dipesan.

TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
DISERBU PEMBELI - Penjualan sapi di Kota Tarakan kembali menggeliat menjelang Idul Adha. Baru beberapa hari didatangkan, ratusan sapi di kawasan Jalan Bhayangkara, Pasir Putih, Kelurahan Karang Anyar, langsung diserbu pembeli hingga sebagian besar sudah dipesan. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 148 sapi dari Gorontalo masuk Tarakan, sekitar 70 ekor sudah dipesan dalam waktu singkat.
  • Harga sapi naik sekitar Rp2 juta per ekor, dengan kisaran Rp20 juta hingga Rp70 juta tergantung bobot.
  • Permintaan tinggi membuat penjualan tetap ngebut meski stok lebih sedikit dibanding tahun lalu.

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Penjualan sapi di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, kembali menggeliat menjelang Idul Adha 2026. 

Baru beberapa hari didatangkan, ratusan sapi di kawasan Jalan Bhayangkara, Pasir Putih, Kelurahan Karang Anyar, langsung diserbu pembeli hingga sebagian besar sudah dipesan.

Aktivitas di lokasi penjualan terlihat ramai, dengan ratusan sapi memenuhi area penampungan.

Jefri Yunus, penjaga sapi di lokasi tersebut, menyebut tren penjualan saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Baca juga: BKHIT Tarakan Sasar 3 Titik untuk Ambil Sampel Darah Ratusan Sapi

“Sekarang sapi yang datang di sini sekitar 148 ekor, dari Gorontalo. Baru tiga hari ini masuk,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Pergerakan penjualan pun terbilang cepat.

Dari total sapi yang masuk, sekitar separuhnya sudah lebih dulu dipesan oleh pembeli.

“Sudah ada sekitar 70-an yang keluar. Jadi sudah banyak yang pesan,” jelasnya.

Menurut Jefri, sistem transaksi yang diterapkan cukup fleksibel.

Baca juga: Harga Daging Sapi di Pasar Mangkurawang Kukar Mulai Naik, Sekarang Sudah Rp170.000 Per Kg

Sebagian pembeli memilih melunasi pembayaran, sementara lainnya menggunakan sistem uang muka atau down payment (DP).

“Ada yang bayar lunas, ada juga yang masih DP. Tergantung kita kenal sama orangnya. Kalau cocok, kita kasih DP dulu,” katanya.

Sapi yang telah dipesan umumnya masih dititipkan di kandang untuk dirawat hingga pembayaran dilunasi.

Setelah itu, barulah sapi bisa diangkut oleh pembeli.

“Masih kita rawat di sini. Nanti kalau sudah lunas baru diangkut,” tambahnya.

Baca juga: Sapi Bali Dinilai Paling Cocok Dikembangkan di Paser, Ini Keunggulannya

Dari sisi harga, tahun ini juga terjadi kenaikan dibanding tahun lalu.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved