Selasa, 28 April 2026

BBM Nonsubsidi Naik

BBM Industri Naik, APINDO Kaltara Ingatkan Dampak Besar hingga Ancaman PHK

Kenaikan BBM industri mulai menekan dunia usaha di Kaltara, APINDO memperingatkan dampak meluas hingga potensi efisiensi dan PHK.

|
HO
DAMPAK KENAIKAN BBM - Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Kaltara, Peter Setiawan, menyebut meski belum ada kepastian kenaikan BBM secara umum di Kaltara, dampak dari kenaikan BBM untuk sektor industri sudah mulai terasa di lapangan. (HO) 

Sektor yang harga jualnya tidak ikut naik menjadi yang paling rentan.

Baca juga: Industri Otomotif Bakal Melambat, Harga BBM Nonsubsidi Melonjak dan Mobil/Motor Listrik Kena Pajak

“Kalau tambang kan saya dengar harganya agak naik, jadi enggak masalah. Tapi yang enggak naik, risikonya pasti enggak bisa bekerja,” ujarnya.

Di sektor perikanan, dampak juga mulai terasa, terutama dari kenaikan harga bahan penunjang seperti plastik dan kemasan.

Hal ini turut membebani biaya produksi meski secara umum sektor ini masih mengikuti ketentuan upah minimum.

“Kalau di perikanan, semua pasti ikut aturan UMK, enggak ada kendala. Cuma kalau packaging naik semua, harga jualnya enggak ada kenaikan, otomatis ada pengurangan pasti, untuk efisiensi,” jelas Peter.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Warga Kaltara Khawatir Pertalite Menyusul

Ia menambahkan, efisiensi tersebut bisa berdampak pada penurunan kapasitas produksi.

“Biasanya produksi 100 ton, mungkin nanti tinggal 60 ton, jadi akan terjadi efisiensi,” katanya.

Meski belum dilakukan secara luas, Peter mengakui sejumlah perusahaan mulai bersiap menghadapi kemungkinan tersebut.

Ia berharap kebijakan pemerintah ke depan dapat mempertimbangkan kondisi dunia usaha agar tidak semakin menekan sektor industri.

Baca juga: Alasan Pemilik Kendaraan Tetap Setia Pakai BBM Nonsubsidi meski Mahal, Naik hingga Rp9.400

“Kalau nanti ada perubahan lagi dari pusat, misalnya BBM naik lagi, itu tambah luas dampaknya. Kalau turun ya bisa dikembalikan, aman,” ujarnya.

Peter juga menekankan pentingnya stabilitas harga solar industri yang dinilai memiliki dampak paling luas terhadap operasional perusahaan.

“Yang dampak luas itu solar untuk industri Karena solar industri yang digunakan dulu. Dengan naik begitu tinggi, berarti enggak bisa kerja mereka,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved