Berita Malinau Terkini
Beban Warga di Malinau Kian Berat Pasca Harga Dexlite dan LPG Non Subsidi Naik
Harga BBM jenis Dexlite mengalami kenaikan, kini giliran harga Elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang ikut merangkak naik
TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU - Harga bahan bakar minyak jenis Dexlite mengalami kenaikan, kini giliran harga Elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang ikut merangkak naik di tingkat pengecer di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Kenaikan ini terpantau merata di sejumlah toko kelontong dan pedagang eceran wilayah perkotaan pasca penyesuaian harga di tingkat agen resmi sejak sepekan terakhir.
Kondisi tersebut mulai dikeluhkan oleh para konsumen akhir, terutama kalangan ibu rumah tangga ekonomi keluarga menengah yang merasakan akumulasi beban biaya dapur yang kian membengkak.
Ibu rumah tangga sekaligus pedagang toko sembako di Malinau, Nasya mengungkapkan harga Elpiji 5,5 kilogram di tingkat pengecer saat ini sudah menyentuh angka Rp 145 ribu per tabung.
"Harapannya bisa turunlah, karena gas paling di butuhkan ibu-ibu. Kalau sudah BBM, elpiji naik, pasti lain lain ikut naik" ujar Nasya.
Baca juga: Harga LPG 12 Kg Naik di Kubar, Pemkab Tunggu Arahan Resmi dari Pertamina
Warga menyebutkan bahwa kenaikan ini terjadi secara beruntun dengan kenaikan komoditas lainnya, sehingga memaksa warga harus mengatur ulang prioritas belanja harian.
Selain sektor rumah tangga, pelaku usaha kecil seperti pemilik warung makan juga mulai merasakan dampak dari kebijakan penyesuaian harga energi nonsubsidi tersebut.
Pemilik usaha warung makan di Malinau, Miftah menyebutkan kenaikan ini menambah beban operasional produksi harian di tengah harga bahan pokok yang belum stabil.
"Sebelumnya dexlite, sekarang elpiji. Iya memang barangnya kan tidak disubsidi tapi kasian bagi kita yang pelaku usaha. Karena nda bisa pake yang melon," katanya.
Para pengguna energi nonsubsidi berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap harga di tingkat pengecer agar tidak terjadi lonjakan harga yang terlampau tinggi.
Sebelumnya diberitakan, Penyesuaian harga ini telah terjadi serentak sejak pertengahan April 2026.
Baca juga: Dexlite Naik, Bright Gas Ikut Mahal, Pangkalan: Pembeli Mulai Lirik LPG 3 Kg
Kenaikan harga di tingkat agen ini selisih mulai dari Rp 15 ribu per tabung. Untuk LPG 5,5 kh Sebelumnya dijual seharga Rp 123 ribu per tabung kini menjadi Rp 138 ribu.
Sama halnya dengan bright gas ukuran 12 kg, Sedangkan untuk tabung ukuran 12 kilogram, harga yang sebelumnya Rp 255 ribu kini menyentuh angka Rp 275 ribu atau selisih Rp 20 ribu. (*)
| Pengecer Elpiji Non Subsidi Hanya Untung Makin Tipis Setelah Harga Alami Kenaikan |
|
|---|
| Butuh Pilot Lokal, Pemkab Malinau Buka Peluang Lewat Beasiswa Desa Sarjana |
|
|---|
| Tanpa WFH, Pemkab Malinau Tekan Anggaran dari Level Pimpinan hingga Staf |
|
|---|
| Ini Alasan Pemkab Malinau Terapkan WFH Bagi ASN |
|
|---|
| Daftar 10 Proyek Strategis Malinau 2026, Termasuk Jalan dan Air Bersih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/2026042-aktifitas-warga.jpg)