Berita Nunukan Terkini
Puang Dirham Pamit, Donny Setiawan Ambil Alih Lapas Nunukan
Tongkat estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan resmi berpindah dari Puang Dirham kepada Donny Setiawan.
Ringkasan Berita:
- Sertijab Kalapas Nunukan menandai berakhirnya masa tugas Puang Dirham dan dimulainya kepemimpinan Donny Setiawan.
- Puang Dirham meninggalkan konsep pembinaan SAE LANUKA berbasis pendekatan humanis dan produktif.
- Kepemimpinan baru diharapkan melanjutkan dan memperkuat program pembinaan serta kemandirian warga binaan.
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Tongkat estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Nunukan resmi berpindah dari Puang Dirham kepada Donny Setiawan melalui serah terima jabatan (sertijab), Kamis (23/4/2026).
Pergantian ini menandai berakhirnya masa tugas Puang Dirham sekaligus awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu melanjutkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan.
Dalam pernyataannya usai sertijab, Puang Dirham menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan selama dirinya bertugas di Nunukan.
Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga, terutama dalam proses pembinaan warga binaan.
Baca juga: Polresta Samarinda Amankan 5 Kg Sabu, Ternyata Dikendalikan dari Narapidana Lapas Nunukan
“Terima kasih untuk Lapas Nunukan yang luar biasa. Banyak hal yang saya pelajari di sini, terutama dari warga binaan. Suasana kerja sangat kondusif, kooperatif dan baik, ,” ujarnya kepada TribunKaltara.com.
Ia menilai, warga binaan pada dasarnya merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Nunukan yang memiliki potensi untuk berubah dan berkembang ke arah yang lebih baik.
“Warga binaan ini bagian dari subsistem masyarakat Nunukan, artinya mereka juga punya karakter yang pada dasarnya baik dan bisa dibina,” tambahnya.
Selama masa kepemimpinannya, Puang Dirham mendorong berbagai inovasi pembinaan berbasis aktivitas produktif.
Baca juga: Lapas Nunukan Dikunjungi Gubernur Kaltara, Zainal Apresiasi Pembinaan dan Inovasi Warga Binaan
Di antaranya pengembangan peternakan ayam petelur, fasilitas kolam, hingga sarana interaksi sederhana seperti papan catur bagi warga binaan.
Seluruh inovasi tersebut kemudian dirangkum dalam konsep SAE LANUKA: Dari Balik Jeruji Menuju Cahaya Perubahan, yang telah dituangkan dalam bentuk buku.
Konsep pembinaan bernama Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Nunukan (SAE LANUKA) menekankan pendekatan humanis dan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
“Warga binaan pada dasarnya bagian dari masyarakat Nunukan yang memiliki potensi untuk berubah dan berkembang,” katanya.
Baca juga: Petugas Temukan Korek Api dan Pisau saat Razia Lapas Nunukan
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari masyarakat, instansi terkait hingga insan pers.
“Semua ini tentu berkat kolaborasi banyak pihak, termasuk rekan-rekan jurnalis yang sangat membantu dalam menyebarkan informasi positif,” ujarnya.
Meski masa tugasnya telah berakhir, ia berharap program yang sudah dirintis, khususnya pengembangan berbasis wisata pemasyarakatan, dapat terus dilanjutkan oleh kepemimpinan yang baru.
| KJRI Kota Kinabalu Malaysia Pulangkan 192 Pekerja Migran Indonesia dari Tawau |
|
|---|
| Gagal Berangkat Dua Kali, Warga Terlantar di Nunukan Akhirnya Pulang ke Polewali Mandar |
|
|---|
| Tantangan Eks Pekerja Migran Indonesia di Nunukan, dari Eksploitasi Rumput Laut hingga Ijazah |
|
|---|
| 4 Nama Lolos Seleksi Administrasi Dewas Perumda Tirta Taka Nunukan, Masuk Uji Kelayakan |
|
|---|
| Percepat Tekan Stunting, 13 Dapur Makan Bergizi Gratis Kini Beroperasi di Nunukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260424_Sertijab-Kalapas-Nunukan-menandai-berakhirnya-masa-tugas-Puang-Dirham.jpg)