Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

Sekolah Rakyat Tarakan, Solusi Pendidikan Bagi Keluarga Kurang Mampu dan Anak Putus Sekolah

Pemerintah Kota Tarakan terus memperkuat keberadaan Program Sekolah Rakyat (SR) sebagai garda terdepan

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
SEKOLAH RAKYAT TARAKAN - Kegiatan sekolah di Tarakan, Kalimantan Utara. Pemerintah Kota Tarakan terus memperkuat keberadaan Program Sekolah Rakyat (SR) sebagai garda terdepan dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan terus memperkuat keberadaan Program Sekolah Rakyat (SR) sebagai garda terdepan dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha yang dikutip TribunKaltim.co via TribunKaltara.com pada Kamis (7/5/2026).

Dia paparkan, program ini menjadi komitmen nyata pemerintah dalam menghapus sekat ekonomi di dunia pendidikan Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Dinas Pendidikan Kota Tarakan menegaskan bahwa keberlanjutan program ini bergantung pada koordinasi lintas instansi, terutama dalam memastikan bantuan tepat sasaran melalui validasi data dari Dinas Sosial.

Baca juga: Gerakan Literasi Balikpapan, Menyelami Makna Surat Kartini dan Beranda Instagramnya Maryam

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat secara spesifik diperuntukkan bagi siswa yang masuk dalam kategori ekonomi terbawah atau miskin ekstrem.

“Keberadaan Sekolah Rakyat memang ditujukan untuk siswa-siswa kurang mampu, terutama yang berada dalam kategori desil 1 hingga 4,” ujar Tamrin Toha dalam keterangannya.

Meski memiliki kekhususan dalam hal latar belakang ekonomi, pembinaan prestasi bagi siswa di sekolah ini tetap menjadi prioritas. Hal ini dibuktikan dengan pelibatan aktif siswa Sekolah Rakyat dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang tengah berlangsung.

Untuk menjaga integritas program, Tamrin menegaskan bahwa proses rekrutmen dan verifikasi calon siswa tetap menjadi wewenang Dinas Sosial.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa fasilitas pendidikan gratis ini benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

“Rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tetap menjadi ranah Dinas Sosial untuk proses verifikasi data ekonominya,” jelasnya.

Fleksibilitas Bagi Anak Putus Sekolah

Salah satu keunggulan utama Sekolah Rakyat di Tarakan adalah sistemnya yang adaptif bagi anak-anak yang sempat putus sekolah (drop out).

Program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk kembali ke bangku sekolah tanpa rasa minder.

“Anak yang putus sekolah diberikan fleksibilitas. Misalnya mereka berhenti di kelas 4, boleh lanjut kembali di tingkat yang sama atau bisa juga memulai dari awal sesuai kebutuhan,” ungkap Tamrin.

Tamrin tidak menampik adanya dinamika dalam jumlah siswa.

Sebagian siswa memilih untuk keluar karena merasa kurang cocok dengan sistem sekolah berasrama yang memiliki aturan kedisiplinan ketat.

Baca juga: Hardiknas 2026, Wabup Paser Ikhwan Antasari Bicara Blak-blakan Soal Pendidikan

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved