Berita Kaltara Terkini
Kemenag Tana Tidung Ajak Rumah Ibadah Lebih Ramah Anak dan Lansia
Kemenag Tana Tidung mendorong rumah ibadah menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan ramah bagi semua
Ringkasan Berita:
- Kemenag Tana Tidung ingin nilai Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan di rumah ibadah.
- Rumah ibadah diminta menjadi tempat yang bersih, ramah anak, dan nyaman bagi lansia.
- Kepedulian terhadap lingkungan disebut sebagai bagian dari wujud cinta kepada Tuhan.
TRIBUNKALTIM.CO - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, mendorong penerapan nilai Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya di lingkungan pendidikan formal, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Kepala Kemenag Tana Tidung, Hamzah, menegaskan bahwa konsep cinta yang diusung dalam kurikulum tersebut harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga rumah ibadah agar tetap bersih, nyaman, dan ramah bagi seluruh kalangan masyarakat.
“Kurikulum Berbasis Cinta itu bukan hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di rumah ibadah,” ujar Hamzah, Jumat (8/5/2026).
Rumah Ibadah Harus Ramah Semua Kalangan
Menurut Hamzah, rumah ibadah bukan sekadar tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga ruang sosial yang harus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi siapa pun.
Ia menilai rumah ibadah idealnya mampu memberikan kenyamanan bagi anak-anak, lansia, musafir, maupun masyarakat umum yang datang untuk beribadah ataupun beristirahat.
Baca juga: Temuan Diduga Bahan Peledak di Tana Tidung Ditangani Tim Jibom Brimob Polda Kaltara
“Jangan sampai rumah ibadah itu kumuh, tidak ramah musafir, tidak ramah anak, tidak ramah lansia, dan rumput dibiarkan tumbuh tinggi,” jelasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus rumah ibadah dan tokoh agama untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat ibadah.
Cinta Lingkungan Bagian dari Nilai Keagamaan
Hamzah menekankan bahwa nilai cinta yang dimaksud dalam kurikulum tidak hanya berkaitan dengan hubungan antar-manusia, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, perilaku sederhana seperti menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat fasilitas umum merupakan bentuk nyata dari rasa cinta terhadap lingkungan.
“Orang yang buang sampah sembarangan itu artinya tidak cinta lingkungan,” katanya.
Baca juga: Dimulai Lampu Dapur Berkedip, Rumah Walet di Tana Tidung Ludes Terbakar hingga Rugi Rp300 Juta
Ia juga menilai bahwa kecintaan terhadap lingkungan merupakan bagian dari wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap ciptaan Tuhan.
“Kalau dia tidak cinta dengan lingkungan, bagaimana dia menunjukkan cintanya kepada Yang Maha Kuasa dan yang menciptakan,” ungkap Hamzah.
Rumah Ibadah Sebagai Tempat Teraman
Lebih lanjut, Hamzah berharap rumah ibadah dapat menjadi ruang yang menenangkan dan memberi rasa aman bagi masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Tana Tidung
Kementerian Agama
rumah ibadah
Anak
lansia
kurikulum
Tana Tidung
Kalimantan Utara
TribunKaltim.co
| Temuan Diduga Bahan Peledak di Tana Tidung Ditangani Tim Jibom Brimob Polda Kaltara |
|
|---|
| Kaltara Bersiap Bangun Kereta Api Pertama di Kalimantan, Investasi Capai Rp25 Triliun |
|
|---|
| Tembus Rp11 Triliun, Investasi Kaltara 2026 Melejit, Gubernur Zainal: Bukti Investor Makin Percaya |
|
|---|
| Pengamat Ekonomi Politeknik Bisnis Kaltara: Melemahnya Rupiah Ancam Stabilitas Moneter Dalam Negeri |
|
|---|
| Akademisi UBT Margiyono Soroti Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi, Transportasi Udara Berpotensi Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260508_Kepala-Kemenag-Tana-Tidung-Hamzah.jpg)