Breaking News
Minggu, 31 Mei 2026

Berita Nunukan Terkini

Kacipo FC Protes Keputusan Wasit pada Semifinal MBM Cup IV di Sebatik Nunukan

Laga semifinal MBM Cup IV antara MBM FC dan Kacipo FC di Sebatik, Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Sabtu (30/05/2026) berlangsung panas.

Tayang:
HO
PROTES KEPUTUSAN WASIT - Suasana pertandingan semifinal MBM Cup IV antara MBM FC dan Kacipo FC yang berlangsung panas. Kacipo FC memprotes sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan tim mereka. (HO) 

Ringkasan Berita:
  • Kacipo FC memprotes sejumlah keputusan wasit dalam laga semifinal MBM Cup IV, termasuk dugaan handsball di kotak penalti yang tidak berujung hadiah penalti.
  • Polemik juga muncul pada masa injury time, setelah pihak Kacipo FC menilai peluit akhir dibunyikan sebelum tambahan waktu lima menit berakhir.
  • Panitia menegaskan keputusan wasit bersifat mutlak dan tidak ada intervensi terhadap jalannya pertandingan, sembari mengapresiasi sikap pemain dan official yang tetap menjaga sportivitas.

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Semifinal Turnamen MBM Cup IV yang mempertemukan MBM FC melawan Kacipo FC di Lapangan Sepak Bola Aztrada88, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (30/5/2026), diwarnai protes dari kubu Kacipo FC terhadap sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan tim mereka.

Protes tersebut muncul sejak babak pertama hingga berakhirnya pertandingan.

Pihak Kacipo FC menilai terdapat beberapa keputusan yang dianggap tidak sesuai dengan jalannya pertandingan, termasuk dugaan pelanggaran di kotak penalti yang tidak berujung hadiah penalti.

Official Kacipo FC, Faizal Afandi, menyebut timnya merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan yang diambil wasit sepanjang laga berlangsung.

Baca juga: Opsi Jika Stadion Segiri Tidak Bisa Menggelar Laga Level Asia, Borneo FC Tunggu Action Pemerintah

“Keputusan wasit dianggap sepihak tanpa mempertimbangkan jalannya pertandingan,” ujar Faizal Afandi official Kacipo FC kepada TribunKaltara.com, Minggu (31/5/2026).

Menurut Faizal, salah satu momen yang menjadi sorotan terjadi saat pihaknya menilai ada dugaan handsball pemain lawan di area penalti.

Namun, wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan tanpa memberikan tendangan penalti kepada Kacipo FC.

Selain itu, beberapa pelanggaran yang menurut mereka dilakukan pemain lawan juga dianggap tidak mendapatkan penilaian yang adil dari perangkat pertandingan.

Baca juga: Tatap Kompetisi Asia Musim Depan, Dandri Ajak Semua Elemen Bersatu Dukung Borneo FC

Ketegangan kembali meningkat pada babak kedua.

Saat itu wasit memberikan tambahan waktu selama lima menit. 

Namun pihak Kacipo FC menilai peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan sebelum masa tambahan waktu tersebut berakhir.

Keputusan tersebut memicu protes dari official dan pemain Kacipo FC.

Meski demikian, pertandingan tetap diakhiri sesuai keputusan wasit.

Baca juga: Teka-Teki Masa Depan Mariano Peralta, Bertahan di Borneo FC atau Menyeberang ke Persija Jakarta

Kacipo FC sendiri merupakan salah satu tim yang cukup diperhitungkan di Kabupaten Nunukan.

Tim tersebut pernah menjuarai Turnamen Bupati Cup pada 2024 dan dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola di wilayah perbatasan.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved