Berita Nunukan Terkini
Siswa SMA Nunukan Adu Data soal Pilkada Lewat DPRD, Juri: Debat Sangat Epik
Mosi kontroversial tentang pemilihan kepala daerah melalui DPRD memanaskan Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 di Nunukan.
Ringkasan Berita:
- Dua tim finalis dari SMAN 1 Nunukan dan SMAN 1 Sebatik saling adu data, fakta, dan argumentasi terkait sistem pemilihan kepala daerah.
- Anggota DPRD Nunukan Saddam Husein menilai pemahaman para pelajar terhadap demokrasi dan politik jauh di atas ekspektasi.
- Bawaslu Nunukan menggelar kompetisi ini untuk melatih kemampuan berpikir kritis, public speaking, dan pemahaman demokrasi di kalangan pemilih pemula.
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Kemampuan pelajar SMA di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, dalam memahami isu demokrasi dan politik mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri dalam Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 tingkat SMA/MA se-Kabupaten Nunukan.
Anggota DPRD Nunukan, Saddam Husein, yang menjadi salah satu juri, menilai kualitas argumentasi para peserta jauh di atas ekspektasi.
Menurutnya, para pelajar mampu membahas isu politik yang kompleks dengan pemahaman yang matang dan kritis.
"Perdebatan yang ditunjukkan kedua tim cukup epik. Tingkat pemahaman mereka terkait demokrasi dan dinamika politik sudah sangat luar biasa. Saya melihat anak-anak muda ini memiliki keberanian dan kemampuan berpikir kritis yang patut diapresiasi," ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Dua SMA di Nunukan Bedah Pro-Kontra Sistem Pilkada di Mimbar Demokrasi, Lewat DPRD atau Langsung
Meski memberikan pujian, Saddam juga menyoroti beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal retorika dan teknik penyampaian argumentasi.
Ia menilai sebagian peserta masih terlalu cepat berbicara karena terpaku pada batas waktu yang diberikan.
"Mereka sebenarnya memiliki argumen yang kuat. Hanya saja ritme berbicara dan artikulasi masih perlu diperbaiki agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami," katanya.
Saddam menegaskan kegiatan debat demokrasi sangat penting untuk membentuk generasi muda yang melek politik di tengah meningkatnya jumlah pemilih pemula setiap tahunnya.
Baca juga: Didemo Mahasiswa Tolak Pilkada via DPRD, Politisi Gerindra Kaltim: Masih Wacana
Menurutnya, anak muda tidak boleh bersikap apatis karena hampir seluruh kebijakan publik yang dirasakan masyarakat lahir dari keputusan politik.
"Jangan sampai generasi muda buta politik. Semua kebijakan, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, ditentukan melalui proses politik. Karena itu pemahaman politik harus ditanamkan sejak dini," tegasnya.
Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi yang digelar Bawaslu Nunukan tersebut menghadirkan mosi kontroversial terkait Pilkada melalui DPRD.
Mosi itu sukses memanaskan jalannya grand final yang digelar di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (5/6/2026).
Dua tim terbaik, Rosita Institute dari SMA Negeri 1 Nunukan dan Smansa Synergy dari SMA Negeri 1 Sebatik, terlibat adu argumentasi sengit di hadapan dewan juri dan ratusan peserta yang memadati lokasi acara.
Baca juga: Mahasiswa Kukar Desak DPRD Tolak Pilkada via DPRD, Tenggat 3x24 Jam Ditetapkan
Sejak awal debat dimulai, kedua tim saling melontarkan data, fakta, hingga sanggahan tajam terkait sistem Pilkada yang hingga kini masih menjadi perdebatan di Indonesia.
Tim Rosita Institute yang berada di kubu pro menilai Pilkada melalui DPRD dapat menghasilkan pemimpin yang lebih memahami kebutuhan daerah karena dipilih oleh wakil rakyat yang mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.
| Dua SMA di Nunukan Bedah Pro-Kontra Sistem Pilkada di Mimbar Demokrasi, Lewat DPRD atau Langsung |
|
|---|
| Disdukcapil Nunukan Kebanjiran Permohonan Dokumen, Wilayah Sebatik Mulai Alami Lonjakan |
|
|---|
| 47 Perkara Inkracht Dieksekusi, Kejari Nunukan Bakar Sabu dan Gerinda 119 Barang Bukti |
|
|---|
| Sempat Lumpuh, Warga Sebatik Nunukan Rela Patungan Jutaan Rupiah Bangun Jembatan Darurat |
|
|---|
| Rumah Produksi Batu Bata di Nunukan Ludes Terbakar, Atap Ambruk Saat Tungku Masih Menyala |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260606_Anggota-DPRD-Nunukan-Saddam-Husein-mengapresiasi-kemampuan-pelajar-soal-isu-demokrasi.jpg)