Berita Nunukan Terkini
Siswa SMA Nunukan Adu Data soal Pilkada Lewat DPRD, Juri: Debat Sangat Epik
Mosi kontroversial tentang pemilihan kepala daerah melalui DPRD memanaskan Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 di Nunukan.
Sementara itu, Tim Smansa Synergy yang berada di kubu kontra menegaskan bahwa hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung tidak boleh dikurangi.
Menurut mereka, pemilihan langsung merupakan bentuk nyata kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi.
Baca juga: Pedagang Pasar Segiri Samarinda Respons Pilkada via DPRD, Pilih Golput karena Tak Percaya
Adu argumentasi yang berlangsung selama beberapa sesi itu tak jarang mengundang tepuk tangan dan sorakan dari para pendukung masing-masing tim.
Beberapa kali peserta berhasil memancing decak kagum karena mampu menyampaikan pandangan secara kritis layaknya politisi dan akademisi.
Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi menjadi salah satu wadah bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berbicara di depan publik, serta memahami dinamika demokrasi yang berkembang di Indonesia. (*)
| Dua SMA di Nunukan Bedah Pro-Kontra Sistem Pilkada di Mimbar Demokrasi, Lewat DPRD atau Langsung |
|
|---|
| Disdukcapil Nunukan Kebanjiran Permohonan Dokumen, Wilayah Sebatik Mulai Alami Lonjakan |
|
|---|
| 47 Perkara Inkracht Dieksekusi, Kejari Nunukan Bakar Sabu dan Gerinda 119 Barang Bukti |
|
|---|
| Sempat Lumpuh, Warga Sebatik Nunukan Rela Patungan Jutaan Rupiah Bangun Jembatan Darurat |
|
|---|
| Rumah Produksi Batu Bata di Nunukan Ludes Terbakar, Atap Ambruk Saat Tungku Masih Menyala |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260606_Anggota-DPRD-Nunukan-Saddam-Husein-mengapresiasi-kemampuan-pelajar-soal-isu-demokrasi.jpg)