Kesehatan
5 Kiat Sukses Warga Tarakan Turunkan Berat Badan dari 150 ke 87 Kg, Takut Mati Muda
Dengan berat badan mencapai 150 kilogram dan tinggi 164 sentimeter, guru SDIT Ulul Albab Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara ini selalu dihantui
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Bagi sebagian besar orang, duduk di atas kursi plastik adalah hal sepele. Namun, bagi Bahar Mahmud (38), warga Kota Tarakan, perkara sesederhana itu pernah menjadi teror mental setiap hari.
Dengan berat badan mencapai 150 kilogram dan tinggi 164 sentimeter, guru SDIT Ulul Albab Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara ini selalu dihantui ketakutan bahwa kursi yang didudukinya akan patah.
Dia bertutur, orang mungkin menganggap remeh, tapi bagi saya itu beban pikiran luar biasa.
"Setiap kali duduk, kaki saya ikut tegang menahan beban karena takut kursinya hancur," kenang Bahar.
Baca juga: Dinkes Samarinda Perketat Skrining Haji, Penderita Amnesia hingga Obesitas Berisiko Batal Berangkat
Obesitas ekstrem sempat merenggut kebahagiaan hidupnya.
Bahar kesulitan bergerak, cepat megap-megap kelelahan, dan harus memesan pakaian serta celana secara khusus karena ukuran XXXL di pasaran sudah tidak muat.
Bahkan, ia harus mengenakan sabuk pengaman sepanjang dua meter.
Takut Mati Muda
Titik balik Bahar bukan karena urusan penampilan, melainkan alarm kematian. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan grafik kesehatannya sudah di ambang bahaya, kadar gula darah melonjak ke angka 216 dan tekanan darah menembus 180/110 mmHg.
Dokter memperingatkan risiko fatal komplikasi jantung, ginjal, dan stroke.
"Saat itu saya benar-benar takut. Bukan takut diejek orang, tapi takut meninggalkan keluarga lebih cepat akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah," tegasnya.
Lewat disiplin baja, Bahar berhasil memangkas 62 kilogram bobot tubuhnya hanya dalam waktu enam bulan. Kini, timbangannya stabil di angka 87,7 kilogram.
5 Kiat Turunkan Badan
Mari bedah 5 kiat sukses transformasi ekstrem ala Bahar Mahmud yang bisa Anda tiru secara sistematis:
1. Kuasai Konsep Defisit Kalori dan Stop Manis
Langkah awal Bahar adalah memotong pasokan kalori harian secara ketat namun terukur.
Ia menghentikan total konsumsi minuman manis dan menggantinya dengan air putih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260601_Obesitas-Warga-Tarakan-Kaltara.jpg)