Jumat, 10 April 2026

Waduh, Kota Ini Izinkan Ganja Dijual Bebas di Toko

Dalam upaya untuk mengatasi kontradiksi ini, dewan kota sudah meluncurkan konsultasi publik terkait peraturan ini pada April lalu.

Telegraph
Ganja 

TRIBUNKALTIM.CO - VANCOUVER meloloskan rancangan peraturan baru untuk mengizinkan dan mengatur toko ganja ilegal.

Langkah ini menjadikan Vancouver sebagai kota pertama di Kanada yang melegalkan pasar ganja, berlawanan dengan peraturan federal Kanada.

Setelah 4 hari pendapat dengar pendapat publik digelar, dewan kota menyetujui bahwa regulasi itu akan mengatur kontrol lokasi dan biaya lisensi yang sangat mahal untuk banyak toko ganja di Vancouver. Diperkirakan, Vancouver akan memiliki lebih banyak toko ganja daripada kedai kopi Starbucks.

Lampu neon berbentuk ganja sudah banyak ditampilkan di jendela toko-toko di seluruh kota, dan lowongan pekerjaan di toko ganja sudah banyak dibuka. (Baca juga: Palestina Seret Israel ke Mahkamah Kejahatan Internasional)

Sementara, terdapat ambiguitas hukum terkait ganja di Kanada. Mahkamah Agung mendesak pemerintah Kanada memberikan akses penggunaan ganja untuk pengobatan medis dengan resep, namun penjualan produk ganja di toko tetap dianggap ilegal.

Pihak Kepolisian di Vancouver sendiri menyatakan penggerebekan ganja bukanlah prioritas mereka.

Dalam upaya untuk mengatasi kontradiksi ini, dewan kota sudah meluncurkan konsultasi publik terkait peraturan ini pada April lalu.

Dikecam Menteri Kesehatan

Proposal tersebut menuai kecamana dari Ottawa. Menteri Kesehatan Ottawa, Rona Ambrose, menuliskan sebuah surat kepada Walikota Vancouver, Gregory Robertson, bahwa setiap upaya untuk mengatur toko ganja berarti melegitimasi kegiatan ilegal. Rona meminta dewan untuk menolak usulan tersebut dan menutup toko-toko ganja di sana.

Anggota Dewan Vancouver, Geoff Meggs mengatakan komentar yang dilontarkan Ambrose menunjukkan bahwa dia benar-benar tidak melihat realita di lapangan. Dia juga yakin bahwa langkah yang diambil oleh Vancouver ini akan memberikan sebuah perbedaan baru di Kanada.

“Saya pikir hal ini akan menjadi keputusan yang signifikan dan akan memberikan dampak yang luas,” ujar Geoff seperti dikutip CNN, Sabtu (27/6/2015).

Banyak dari warga Kanada, termasuk Ketua Partai Liberal Federal Justin Trudeau, polisi setempat, dan petugas kesehatan, percaya bahwa ini merupakan waktu yang tepat untuk melegalkan dan memberlakukan sistem pajak atas penjualan ganja.

Namun, keputusan terbesar akan tetap berada pada pemerintah federal, yang mempunyai otoritas penuh untuk melegalkan ganja, namun cenderung menolak usulan ini.

Ambrose kembali menyatakan ketidaksetujuannya dengan ide legalisasi ganja tersebut. Dia menganggap bahwa ganja akan tetap ilegal dibawah pemerintah konservatif ini.

Dia juga menyerang Trudeau karena telah menyetujui legalisasi ganja ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved