Tribun Kaltim Home Fair
Bisnis Properti Lesu, Pengembang Jual Rumah Murah dan Obral Bonus
Termasuk bisnis properti (perumahan). Sejumlah pengembang pun membuat strategi untuk menarik minat pembeli.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Lesunya perekonomian yang menyasar industri sektoral, khusus pertambangan batu bara dan migas di Kalimantan Timur berimbas pada turunnya daya beli masyarakat.
Termasuk bisnis properti (perumahan). Sejumlah pengembang pun membuat strategi untuk menarik minat pembeli. Mulai diskon harga hingga bonus gede-gedean.
Beberapa pengembang yang mengikuti event 'Tribun Kaltim Home Fair' di Plaza Balikpapan, 23-26 Februari berani menawarkan harga rumah berbagai tipe dengan harga murah. Bonus sepeda motor hingga mobil pun menanti setiap terjadi akad jual beli rumah (transaksi).
PT Lidia and Dandy, pengembang perumahan Batakan Asri II yang berlokasi di Balikpapan Timur sejak awal 2017 telah berkali‑kali memberikan aneka program promo menarik.
Direktur PT Lidia & Dandy, H Suhardi Hamka mengungkapkan perlu strategi yang menarik atau istilah 'nendang' sehingga masyarakat kembali tertarik untuk membeli rumah.
Perumahan Batakan Asri II menyambut HUT ke‑120 Kota Balikpapan menawarkan harga rumah komersil non subsidi yang dibanderol hanya Rp 180 juta untuk tipe 42 cash.
Promo lainnya penjualan rumah tipe 36 seharga Rp 99 juta, yang langsung banyak diminati. Kali ini PT Lidia & Dandy kembali meluncurkan program promo hanya Rp 75 juta untuk tipe 36, plus hadiah satu unit sepeda motor.
Baca: Developer Kewalahan Peminat Rumah Murah Mencapai Ribuan Orang
Baca: Pengembang Ini Tawarkan Rumah Murah Hanya Rp 75 Juta Saja
Suhardi yang melihat turunnya pasar properti saat ini perlu mendapat dukungan dari para pengembang.
Pria yang juga pengurus Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Balikpapan mengatakan, saat ini seharusnya pengembang jangan sekadar mencari untung.
"Pasar seperti ini, ya pengembang mendukung kebutuhan pengembang untuk tak terlalu mengambil nilai margin yang terlalu tinggi, tapi berikan harga yang sesuai dengan situasi," ungkap Suhardi.
"Program ini hasil kerjasama dengan beberapa pihak, dan soal tanggapan instansi seperti pemerintah daerah dan perbankan mengenai promo murah, jujur saja kami mendapat dukungan. Dengan relasi, maupun kepercayaan tidak ada lagi pengembang yang tak membayar kewajibannya setiap bulan. Jadi pengembang dapat berjalan cashflow-nya, masyarakat pun terjangkau hidupnya," katanya.
Sementara, Andi Sangkuru, Dirut Perumahan Permata Gading yang ditemui Tribun pada pembukaan Tribun Kaltim Home Fair 2017, Kamis (23/2/2017) menuturkan, meski kondisi dapat dikata terpuruk, penjualan tiap bulannya tetap berjalan.
Kondisi saat ini menjadi momentum pengembang lebih kreatif mencari pembeli. Dengan beragam cara dan strategi yang tak hanya menguntungkan bagi pengembang tetapi juga konsumen yang nantinya menjadi calon penghuni pada unit yang ditawarkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rumah-murah5_20151020_121939.jpg)