Renungan Kenaikan Isa Almasih
Herold Kilapong: Jadilah Agen Kesejukan
Indonesia butuh integritas satu dengan yang lain, Indonesia butuh kemurahan hati satu dengan yang lain, kerendahan hati dan kebenaran.
Pdt Herold Kilapong S.Th, MPM - GBI ROCK Balikpapan
Peristiwa kenaikan Yesus (Isa Almasih) ke sorga seperti yang kita rayakan hari ini tercatat di dalam kitab Kisah Para Rasul 1:8-9, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka." - Yang sebenarnya pernyataan Yesus tersebut sebagai respons Yesus terhadap pertanyaan murid-murid-Nya di ayat sebelumnya, (ayat 6) Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?".
Dan pertanyaan tersebutlah yang membuat situasi ketika Yesus naik ke sorga pada waktu itu seolah relevan dengan situasi bangsa Indonesia hari-hari ini. Dan apabila kita sebagai umat yang beragama ingin bertanya pada Tuhan sehubungan dengan keprihatinan terhadap bangsa ini; maka pertanyaannya pun pasti sama: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan Indonesia?".
Maka menurut saya jawaban Yesus pun sama: "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kenaikan Yesus ke sorga sebenarnya momentum terbaik bagi umat manusia untuk mengambil peran yang dimiliki Yesus ketika Dia masih ada di dunia ini; yaitu sebelum Dia terangkat ke sorga. Makna terpenting dari peringatan kenaikan Yesus hari ini adalah keberadaan kita sebagai orang percaya 'naik level': Dari hanya melihat pekerjaan Tuhan (yang dilakukan Yesus) menjadi pelaksana pekerjaan Tuhan seperti yang Yesus lakukan.
Itulah sebabnya Yesus berkata, (Yohanes 14:12) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang
lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa. Apakah pekerjaan itu? Menjadi saksi-KU! Kata "menjadi saksi" tidak sama dengan "bersaksi". Namun "menjadi saksi" berarti "hidup yang disaksikan". Apa yang disaksikan? Gaya hidup Yesus yang penuh damai dan norma-norma KerajaanSorga yang menjadi "master key" bagi semua permasalahan di bangsa ini: Yaitu, saya singkat dengan L.I.G.H.T, Love-Integrity-Generosity-Humility-Truth.
Jadi jawaban bagi carut-marut perpecahan di bangsa ini dengan berbagai isu identitas adalah peran setiap orang yang harus lebih banyak bertindak dalam L.I.G.H.T. daripada berbicara/berwacana. Tindakannya jelas: Love (Kasih), Integrity (Ketulusan/kejujuran), Generosity (Kemurahan hati), Humility (Kerendahan hati) dan Truth (Kebenaran). Bayangkan master key itu! Indonesia butuh KASIH satu dengan yang lain. Indonesia butuh INTEGRITAS satu dengan yang lain, Indonesia butuh KEMURAHAN HATI satu dengan yang lain, Indonesia butuh KERENDAHAN HATI satu dengan yang lain, dan Indonesia butuh KEBENARAN! Dan kita, umat Kristiani harus memulai semuanya itu untuk 'disaksikan'!
Kenaikan Yesus memberi kesempatan buat kita untuk melihat bangsa ini seperti Tuhan melihat: Bangsa yang besar, beragam, kaya dalam banyak hal. Itulah kita. Kita Indonesia. Bangsa yang terkenal peradabannya. Tutur kata dan sikapnya yang ramah sudah tersohor. Itulah kita. Kita sudah punya L.I.G.H.T. secara alamiah. Karena beratus-ratus tahun kita telah hidup berdampingan karena cinta/Love - ketulusan/Integrity -kebaikan/Generosity – kerendahan hati/Humility dan kebenaran/Truth.
Maka peringatan Kenaikan Yesus hari ini kiranya mengingatkan kita bahwa kitalah agen-agen yang mengeksekusi kesatuan dan persatuan, kedamaian dan keramahtamahan. Kitalah agen kesejukan yang harus memulainya dengan bijak berwacana, bersosial media, berinteraksi. Kita bukan agen provokasi. Kita Indonesia. Kita semua bersaudara sebagai satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air. Kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Amin. Syalom Kalimantan! Syalom Indonesiaku!(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pdt-herold-kilapong_20170526_154232.jpg)