Kamis, 9 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Ungkap Ada 31 Titik Banjir dan 9 Titik Longsor

Walikota Samarinda Andi Harun sampaikan  penanganan jangka pendek dan jangka menegah terkait banjir di Samarinda, Kalimantan Timur.

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Walikota Samarinda Andi Harun saat diwawancarai di Balaikota Samarinda, seusai rapat evaluasi terkait Banjir dan Longsor di Kota Samarinda, yang dilaksanakan di Balaikota Kota Samarinda, Rabu (7/7/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA- Walikota Samarinda Andi Harun sampaikan  penanganan jangka pendek dan jangka menegah terkait banjir di Samarinda, Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikannya setelah Pemerintah Kota Samarinda, menggelar rapat evaluasi terkait banjir dan longsor di Kota Samarinda, yang dilaksanakan di Balaikota Kota Samarinda, Rabu (7/7/2021).

Dirinya menyebutkan bahwa Kota Samarinda, terdapat setidaknya ada 31 titik banjir dan ada 9 titik longsor.

Dari 31 titik banjir tersebut, ada yang merupakan titik baru seperti salah satunya di Jalan Jakarta, Samarinda.

Baca juga: Walikota Andi Harun Datangi Istana Temui KSP, Lobi Dana Penanggulangan Banjir Samarinda

Di sana sebelumnya belum pernah mengalami banjir, namun karena dilanda hujan dengan intensitas tinggi pada (2/7/2021), hingga akhirnya terjadi banjir.

AH sapaan karibnya Walikota Samarinda menyebutkan, dalam pengananan titik-titik banjir tersebut, bahwa ada yang penanganan jangka pendek dan jangka menengah.

Untuk penanganan dalam jangka pendek yang mulai dikerjakan besok hari, yakni sedementasi di saluran drainase.

"Usaha menormalkan drainase, yang bersifat jangka pendek," ungkapnya saat di wawancarai di Balaikota Samarinda, Rabu (7/7/2021).

Lanjutnya, dan adapun jangka menengah akan melakukan koordinasi dengan Dinas PU Provinsi Kaltim, serta Balai Wilayah Sungai (BWS).

"Seperti halnya untuk pembangunan polder, itu diharapkan bisa dibangun oleh BWS di daerah Jalan Jakarta, Samarinda," ujarnya.

Ia menambahkan, juga telah merencakan pembangunan krosing saluran langsung ke arah Mahakam, tapi itu katanya memang membutuhkan banyak anggaran.

Seperti di Surabaya, median jalannya dibuka karena kalau pakai pinggiran akan membutuhkan biaya pembebasan lahan.

"Median jalan nantinya kita rencanakan buka, dan difungsinkan langsung ke arah sungai mahakam. Jadi tidak banyak kelokan dan langsung ke sungai mahakam," sebutnya.

Baca juga: Tahun Depan, Pemprov Kaltim Usulkan Penanggulangan Banjir Samarinda ke Pemerintah Pusat

Maka setelah dibuka, akan ditutup kembali, dengan melakukan pengerasan secukupnya, yang sekira bisa dilewati oleh mobil.

"Penutupan dilakukan dengan menggunakan mobil K350 atau K300. Lalu kemudian diaspal kembali, sehingga bisa berfungsi kembali sebagai jalur lalu lintas," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved