Ramadhan 2026
Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026, Potensi Beda Awal Puasa versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Tak terasa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan 2026, kapan jadwal sidang isbat untuk menetapkan awal puasa?
Metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah menetapkan awal bulan Hijriah apabila secara astronomis posisi hilal sudah berada di atas ufuk, tanpa menunggu hasil pengamatan visual.
Metode ini berbeda dengan pendekatan pemerintah yang mengombinasikan hisab dan rukyat sesuai kriteria yang disepakati negara-negara anggota MABIMS.
Imbauan Kemenag kepada Masyarakat
Menyikapi potensi perbedaan tersebut, Kemenag mengimbau masyarakat untuk tidak memperbesar perbedaan dan tetap menjaga persatuan.
Thobib menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadhan bukan hal baru di Indonesia.
“Jika memang hal itu (perbedaan) tidak bisa dihindarkan, pemerintah berharap agar masyarakat tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah (kebangsaan),” tambahnya.
Imbauan serupa juga disampaikan Kemenag dalam pernyataan terpisah sehari sebelumnya.
Thobib meminta publik mengikuti keputusan pemerintah demi menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah secara nasional.
"Sangat dimungkinkan terjadinya perbedaan dalam mengawali puasa. Saya kira di Indonesia hal ini sudah biasa terjadi. Jadi tidak perlu dipersoalkan lagi. Namun, kami tetap mengimbau agar publik dapat mengikuti keputusan pemerintah," ujar Thobib kepada Kompas.com, Minggu (11/1/2026).
Ia menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal puasa tidak seharusnya memicu perpecahan di tengah masyarakat, mengingat Indonesia memiliki keragaman pandangan dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Penjelasan Ilmiah dari BRIN soal Posisi Hilal
Prediksi potensi perbedaan awal Ramadhan 2026 juga diperkuat oleh analisis ilmiah dari peneliti utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin.
Menurutnya, posisi hilal pada Selasa, 17 Februari 2026, di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria yang digunakan pemerintah dan mayoritas ormas Islam.
“Kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu kurva kuning, ini tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik,” ujar Thomas kepada Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).
Dalam ilmu astronomi, elongasi adalah jarak sudut antara Matahari dan Bulan yang diukur dari pusat Bumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Lebaran-Tanggal-Berapa-Jadwal-Sidang-Isbat-Penentuan-1-Idul-Fitri-1444-H-Link-Live-Streaming.jpg)