Rabu, 20 Mei 2026

Ramadhan 2026

Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026, Potensi Beda Awal Puasa versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Tak terasa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan 2026, kapan jadwal sidang isbat untuk menetapkan awal puasa?

Tayang:
KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
SIDANG ISBAT - Salah satu petugas tim BHRD Kabupaten Cirebon melakukan pemantauan Hilal jelang Ramadhan 1444 H di Pantai Baro Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/3/2023). Puasa Ramadhan 2026 tanggal berapa? Jadwal sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1447 H 

Sementara tinggi hilal menunjukkan ketinggian bulan sabit di atas ufuk saat Matahari terbenam.

Kedua parameter ini menjadi penentu apakah hilal memungkinkan untuk terlihat.

“Ini di wilayah Amerika, sehingga di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia belum memenuhi kriteria,” tambahnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Thomas memperkirakan awal Ramadhan versi pemerintah berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perbedaan Kriteria Internasional

Thomas juga menjelaskan bahwa sebagian ormas Islam menggunakan kriteria yang berbeda, salah satunya kriteria Turkiye.

Kriteria ini menetapkan syarat yang lebih longgar dibandingkan kriteria MABIMS.

Di wilayah Amerika, termasuk Alaska, posisi hilal pada 17 Februari 2026 telah memenuhi kriteria Turkiye, yaitu tinggi minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat.

Dengan demikian, awal Ramadhan 1447 Hijriah bisa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

“Jadi, ada potensi perbedaan awal Ramadan, ada yang 19 Februari dan ada yang 18 Februari,” jelas Thomas.

Perbedaan kriteria inilah yang menjadi dasar munculnya perbedaan penetapan awal puasa antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan

Pemerintah menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadhan seharusnya disikapi dengan kedewasaan dan saling menghormati.

Selama ini, perbedaan metode hisab dan rukyat telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan beragama di Indonesia.

Kemenag berharap masyarakat tidak menjadikan perbedaan tersebut sebagai sumber konflik, melainkan sebagai kekayaan khazanah keilmuan Islam.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved