Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026

Hari Valentine 2026

Daftar Negara yang Melarang Perayaan Hari Valentine, Apakah Indonesia termasuk?

Daftar negara yang melarang perayaan Hari Valentine. Apakah Indonesia termasuk?

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A

Sebagai gantinya, pemerintah mempromosikan perayaan lokal seperti “Hari Bintang Bersinar” (16 Februari) untuk memperingati ulang tahun mantan pemimpin Kim Jong-il.

Ungkapan romantis, jika ada, harus selaras dengan narasi resmi negara yang berpusat pada loyalitas terhadap kepemimpinan.

4. Pakistan

Di Pakistan, meskipun tidak ada larangan nasional, ulama konservatif dan kelompok politik telah lama menentang Hari Valentine.

Pada 2017, pemerintah Provinsi Punjab sempat mencoba mengkriminalisasi penjualan barang-barang terkait Valentine, meskipun kebijakan tersebut menghadapi tantangan hukum dan penegakan yang terbatas.

Partai-partai Islamis kemudian menyelenggarakan acara tandingan seperti “Hari Cinta Muslim” pada 14 Februari untuk mendorong masyarakat fokus pada cinta spiritual dan ajaran Al-Qur’an.

Di wilayah pedesaan dan lingkungan pesantren, perayaan Valentine distigmatisasi secara sosial.

Sementara itu, kota-kota besar seperti Karachi dan Lahore menyaksikan praktik perayaan bawah tanah yang berkembang, terutama di kalangan generasi muda melalui media sosial.

5. Uzbekistan

Dilansir travelawaits.com, Uzbekistan adalah negara besar di Asia Tengah yang memperoleh kemerdekaan pada 1991 setelah runtuhnya Uni Soviet. Ibu kotanya adalah Tashkent.

Negara ini dikenal memiliki banyak museum, masjid bersejarah, serta pasar tradisional seperti Pasar Chorsu. 

Uzbekistan merupakan negara sekuler dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Selama bertahun-tahun, negara ini relatif toleran terhadap perayaan Hari Valentine.

Namun, sejak 2012, pemerintah mulai memandang negatif pengaruh budaya dan hiburan asing.

Departemen Pencerahan dan Promosi Nilai-Nilai di bawah Kementerian Pendidikan mengeluarkan dekrit internal yang melarang perayaan hari libur yang dianggap “asing bagi budaya nasional”.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved