Idul Adha 2026
Teks Bacaan Bilal Idul Adha 2026 dari Awal hingga Khutbah, Panduan Lengkap Jamaah
Bacaan bilal Idul Adha bukan sekadar pengantar, tetapi menjadi aba-aba penting sebelum khatib naik mimbar dalam shalat Idul Adha.
Ringkasan Berita:
- Bacaan bilal Idul Adha bukan sekadar pengantar, tetapi menjadi aba-aba penting sebelum khatib naik mimbar dalam shalat Idul Adha.
- Tradisi tarqiyyah atau seruan bilal dianggap sebagai bid’ah hasanah yang mengatur urutan ibadah dan memastikan kekhidmatan shalat berjamaah.
- Rangkaian bacaan bilal mencakup takbir, doa, hingga penanda khutbah yang memiliki urutan khusus sebelum dan sesudah khutbah Idul Adha.
TRIBUNKALTIM.CO - Bacaan bilal dalam pelaksanaan shalat Idul Adha memiliki peran penting sebagai pengantar sebelum khutbah dimulai.
Tugas ini biasanya dilakukan oleh seorang bilal atau muadzin yang memberikan aba-aba kepada jamaah, sekaligus menandai rangkaian ibadah segera dimulai setelah imam bersiap di tempatnya.
Dalam praktiknya, tidak semua orang dapat mengemban peran sebagai bilal.
Sosok ini umumnya dipilih karena memiliki suara yang lantang, jelas, serta mampu membimbing jamaah dengan tegas dan penuh semangat.
Selain itu, bilal juga diharapkan memahami bacaan tarqiyyah yang menjadi bagian dari tradisi dalam shalat berjamaah besar seperti Idul Adha.
Baca juga: Prabowo Disebut Akan Jalankan Shalat Idul Adha 2026 di Perancis, Ini Penjelasan Istana
Bilal dalam shalat Idul Adha haruslah mereka yang memiliki suara jelas, lantang, dan enak didengar saja supaya para jamaah juga akan senang ketika mendengarkannya.
Tidak hanya itu saja, ketika seorang bilal membacakan doa khusus ketika pelaksanaan shalat, harus secara tegas dan penuh semangat.
Baik pada shalat Jumat, shalat Idul Fitri, maupun shalat Idul Adha, sosok Bilal diharuskan mereka yang memahami bacaan tarqiyyah.
Menurut bahasa, istilah “tarqiyyah” ini memiliki definisi sebagai ‘menaikkan’, yang mana dapat diartikan sebagai ‘sebuah awalan sebagai penanda untuk menaikkan sang khatib untuk naik ke mimbar demi menyampaikan khotbahnya’.
Tradisi pembacaan tarqiyyah ini sebenarnya adalah bid’ah hasanah (positif) dan sudah ada hukum yang mengaturnya.
Dalam bacaan tarqiyyah ini selalu mencakup mengenai dalil-dalil akan anjuran umum yang mana telah ditegaskan oleh para ulama.
Ada beberapa ulama yang menegaskan adanya bacaan bilal ini dapat diterapkan pada pelaksanaan shalat berjamaah yang terdapat kegiatan khotbah.
Baca juga: Jadwal Libur Sekolah Idul Adha 2026 SD, SMP, dan SMA Resmi, Ini Rincian SKB 3 Menteri
Lalu, bagaimana bacaan Bilal pada pelaksanaan Shalat Idul Adha?
Pada umumnya, terdapat tata cara khusus pada pelaksanaan shalat Idul Adha yang disertai pula dengan bacaan bilal, yakni sebagai berikut:
1. Ketika imam sudah sampai di masjid, Bilal akan segera berdiri untuk memberi aba-aba kepada jamaah bahwa shalat Idul Adha akan segera dimulai, yakni dengan bacaan:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240617-SALAT-IDUL-ADHA.jpg)