Berita Nasional Terkini
Pekerja Pariwisata akan Demo Hari Ini, Dedi Mulyadi Tetap Larang Study Tour untuk Siswa di Jabar
Pekerja pariwisata akan unjuk rasa hari ini, Dedi Mulyadi tetap larang study tour untuk siswa di Jawa Barat.
Penulis: Rita Noor Shobah | Editor: Christoper Desmawangga
TRIBUNKALTIM.CO - Pekerja pariwisata yang tergabung dalam Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) di Jawa Barat akan menggelar unjuk rasa hari ini, Senin (25/8/2025).
Aksi unjuk rasa ini masih terkait dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal larangan study tour untuk siswa di Jabar.
Mereka akan kembali mendesak Dedi Mulyadi untuk mencabut poin ketiga dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jabar Nomor 45/PK.03.03/KESRA yang memuat larangan kegiatan study tour.
Larangan itu dinilai mematikan sektor pariwisata.
Baca juga: Dedi Mulyadi Evaluasi Seluruh Kebijakan Pendidikannya, Study Tour hingga Jam Masuk Sekolah
Namun, Dedi Mulyadi pun masih berpegang teguh pada kebijakannya.
Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini menegaskan dirinya tidak akan mencabut kebijakan larangan kegiatan study tour bagi siswa sekolah.
Sikap itu ia sampaikan melalui video di akun TikTok pribadinya, @dedimulyadiofficial, pada Minggu (24/8/2025), meski kebijakan tersebut menuai penolakan dari sejumlah pihak.
Study tour adalah kegiatan pembelajaran di luar kelas yang dilakukan dengan cara berkunjung ke tempat-tempat tertentu yang relevan dengan materi pelajaran atau tujuan pendidikan.
Biasanya dilakukan oleh sekolah, kampus, atau lembaga pendidikan lainnya.
Namun pada praktiknya, study tour hanya seperti liburan dan berwisata semata. Hal ini yang dikritik oleh Dedi Mulyadi.
Diketahui, Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) berencana menggelar aksi unjuk rasa lanjutan pada Senin (25/8/2025).
Demo ini digelar sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kebijakan larangan study tour yang dianggap merugikan banyak pihak di sektor pariwisata.
Dalam pernyataannya, Dedi mengungkapkan bahwa dua hari sebelumnya ia menerima perwakilan rombongan koordinator aksi yang menyuarakan penolakan terhadap aturan tersebut.
Para pelaku pariwisata merasa keberatan lantaran larangan study tour dinilai memukul sektor ekonomi, mulai dari agen travel, sopir bus, pengusaha transportasi, hingga pelaku usaha yang selama ini bergantung pada kegiatan wisata sekolah.
Baca juga: Dituding Beri Hormat pada Nyi Roro Kidul, Dedi Mulyadi: Tidak Ngerti Seni, Itu Lambangkan Sunan Ambu
“Dua hari yang lalu saya menerima rombongan koordinator aksi yang menolak keputusan gubernur tentang larangan study tour. Mereka keberatan karena menimbulkan problem ekonomi bagi para agen travel kepariwisataan, sopir bus, kemudian pengusaha bus, dan berbagai kalangan yang terlibat dan menikmati usaha dari study tour,” ungkap Dedi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250824_Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi.jpg)