Bantuan Sosial

Pemerintah Gelontorkan Rp 30 Triliun untuk BLT Akhir Tahun 2025, Menkeu Purbaya: Kita Kaya Kok

Pemerintah resmi mengumumkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk periode Oktober hingga Desember 2025.

Kompas.com/ Ruby Rachmadina
BLT 2025 - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Selasa (7/10/2025). Anggaran BLT akhir tahun 2025 senilai Rp 30 triliun, ini kata Menkeu Purbaya (Kompas.com/ Ruby Rachmadina) 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menyalurkan BLT Kesejahteraan Rakyat senilai Rp 30 triliun hasil efisiensi APBN untuk periode Oktober–Desember 2025 guna memperkuat daya beli masyarakat.
  • Sebanyak 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapat Rp 900.000, disalurkan melalui Himbara dan PT Pos Indonesia
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kebijakan ini tidak membebani keuangan negara dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,67 persen

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah resmi mengumumkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk periode Oktober hingga Desember 2025.

Program ini merupakan bentuk stimulus ekonomi tambahan yang bersumber dari hasil efisiensi anggaran negara, dengan total alokasi mencapai Rp 30 triliun.

Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat daya beli masyarakat berpendapatan rendah di tengah tantangan ekonomi global dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil menjelang akhir tahun.

Stimulus dari Efisiensi Anggaran

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, tambahan anggaran Rp 30 triliun untuk BLT ini tidak akan membebani keuangan negara.

“Anggaran dari kita kan, dari APBN. Kita kaya kok, Anda jangan anggap kita miskin. Gini-gini kaya juga. Kalau Rp 30 triliun aja bisa lah," ujar Purbaya di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Minggu (19/10/2025), dikutip dari Kompas TV.

Baca juga: Purbaya dan Menteri PU Sudah Setuju Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny, Tinggal Tunggu Cak Imin

Purbaya menegaskan bahwa dana tersebut akan langsung disalurkan ke masyarakat sehingga manfaatnya terasa nyata.

Dengan adanya tambahan BLT, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bisa meningkat hingga 5,67 persen, naik dari target sebelumnya 5,5 persen.

“Tapi itu yang penting langsung ke masyarakat. Jadi akan memperkuat daya beli. Kalau diumumin seperti itu, bukan 5,5 persen lagi pertumbuhan ekonomi, hitungan kita 5,67 persen, hampir 5,7,” tambahnya.
 
Rincian dan Target Penerima

Program BLT Kesra ini menyasar 35.046.783 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Jika diasumsikan satu keluarga terdiri dari empat anggota, maka bantuan ini diperkirakan menjangkau sekitar 140 juta orang di seluruh Indonesia.

Setiap keluarga akan menerima Rp 300.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp 900.000.

“Hari ini akan dilakukan secara simbolis kepada 50 orang yang belum pernah mendapatkan bantuan sebelumnya. Jadi, ini pertama yang masuk di angka 17,2 juta karena yang reguler adalah 18,2 juta,”
ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengumumkan stimulus di Kantor Pos Indonesia, Jakarta, Jumat (17/10/2025).
 
Skema Penyaluran BLT Kesra

Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua jalur utama:

- Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, untuk sekitar 18,3 juta keluarga.

- PT Pos Indonesia, untuk 17,2 juta keluarga lainnya, yang akan mulai menerima bantuan pada Senin, 20 Oktober 2025.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved