Berita Nasional Terkini
Ringgit Jadi Mata Uang Terkuat di Asia Awal 2026, Ini Peringkat Rupiah Indonesia
Ringgit Malaysia memimpin penguatan mata uang Asia awal 2026, sementara rupiah Indonesia masuk kelompok terlemah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO - Pergerakan nilai tukar mata uang di kawasan Asia pada awal tahun 2026 menunjukkan kinerja yang beragam di tengah volatilitas pasar global.
Ringgit Malaysia tercatat sebagai mata uang dengan performa paling kuat di kawasan, sementara rupiah Indonesia berada di kelompok mata uang yang mengalami tekanan.
Data pasar valuta asing menunjukkan ringgit Malaysia mencatat penguatan tertinggi dibandingkan mata uang Asia lainnya.
Penguatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Malaysia yang dinilai relatif stabil di tengah ketidakpastian global.
Sentimen positif tersebut muncul seiring pelaku pasar semakin selektif dalam menempatkan dana di negara-negara dengan fundamental ekonomi yang kuat dan kebijakan makroekonomi yang stabil.
Baca juga: Mata Uang Rial Anjlok, Rp20 Ribu Setara Jutaan, Ini Penyebab di Balik Krisis Keuangan Iran
Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan
Dalam daftar mata uang dengan kinerja terbaik di Asia, ringgit Malaysia memimpin dengan penguatan sekitar 0,27 persen. Posisi berikutnya ditempati yuan China yang menguat sekitar 0,23 persen, disusul baht Thailand dengan kenaikan 0,20 persen.
Selain itu, dong Vietnam turut mencatat penguatan sekitar 0,08 persen, diikuti kip Laos sebesar 0,04 persen. Sementara kyat Myanmar tercatat stabil tanpa perubahan signifikan.
Penguatan sejumlah mata uang tersebut mencerminkan adanya aliran modal yang mulai kembali masuk ke beberapa negara dengan fundamental ekonomi yang dinilai stabil oleh investor global.
Rupiah Masuk Kelompok Terlemah
Sebaliknya, beberapa mata uang Asia mengalami pelemahan cukup signifikan. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk setelah terdepresiasi sekitar 1,31 persen. Yen Jepang juga melemah sekitar 1,10 persen.
Rupiah Indonesia turut berada di kelompok mata uang dengan kinerja terlemah di kawasan Asia, menempati posisi tiga terbawah setelah melemah sekitar 1,07 persen.
Baca juga: 3 Cara Aktivasi Ulang BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan Tiba-Tiba, Hanya Menggunakan HP
Selain itu, peso Filipina melemah 0,83 persen dan riel Kamboja turun 0,29 persen. Dolar Singapura, dolar Hong Kong, dan dolar Brunei juga mencatat pelemahan tipis sekitar 0,19 persen.
Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kehati-hatian investor terhadap aset di negara berkembang, seiring dinamika arus modal global serta ketidakpastian ekonomi internasional yang masih berlanjut.
Adapun daftar kinerja mata uang Asia awal 2026 sebagai berikut:
- Ringgit Malaysia (+0,27 persen)
- Yuan China (+0,23 % )
- Baht Thailand (+0,20 % )
- Dong Vietnam (+0,08 % )
- Kip Laos (+0,04 % )
- Kyat Myanmar (0 % )
- Dolar Brunei (-0,19 % )
- Dolar Hong Kong (-0,19 % )
- Dolar Singapura (-0,19 % )
- Riel Kamboja (-0,29 % )
- Peso Filipina (-0,83 % )
- Rupiah Indonesia (-1,07 % )
- Yen Jepang (-1,10 % )
- Won Korea Selatan (-1,31 % )
| Prabowo Kritik Mental Rendah Diri Kaum Terdidik, Soroti Fenomena Kagum Berlebihan pada Budaya Asing |
|
|---|
| Saiful Mujani Dilaporkan dengan Tuduhan Makar, Pakar Hukum Pidana sebut Tafsirnya yang Lebay |
|
|---|
| Harga BBM Aman, tapi Pembelian Dibatasi, Ini Penjelasan Bahlil Lahadalia |
|
|---|
| Golkar Soroti Pernyataan Jusuf Kalla, Idrus Marham sebut Ada Kepentingan Pak JK yang Terganggu |
|
|---|
| Besaran Gaji ke-13 2026 Berdasarkan Golongan ASN dan Pensiunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230704_10-Negara-Mata-Uang-Terendah-2023-1.jpg)