Kamis, 28 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Natalius Pigai Tanggapi Surat BEM UGM ke UNICEF, Kritik MBG Disebut Tidak Bermoral

Sikap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang mengkritik keras program MBG sampai kirim surat ke UNICEF menuai komentar dari Menteri HAM Natalius Pigai.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
KASUS KETUA BEM UGM - Menteri HAM RI Natalius Pigai saat ditemui awak media di Graha Pengayoman, Kementerian HAM RI, Jakarta, Selasa (31/12/2024). Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengirim surat kepada UNICEF yang menyoroti dugaan kegagalan negara melindungi hak anak. 

"Apalagi, makan bergizi gratis dikaitkan dengan pemilu 2029 supaya orang yang terima supaya pilih presiden, orang yang cek kesehatan gratis supaya untuk kepentingan Pemilu, Koperasi Merah Putih untuk orang kecil dikaitkan dengan pemilu, semua," kata Pigai, saat berbicara di hadapan wartawan di Kantor Kementerian HAM RI, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

"Maaf ya, ketika program-program yang baik ini diarahkan dengan Pemilu, maka menurut saya itu menentang orang kecil."

"Itu orang jahat, orang yang tidak punya nurani, orang yang tidak punya hati di mata orang miskin, orang yang menderita, orang yang lapar, orang yang kesehatannya susah diperiksa. Jahat, menurut saya. Tidak beretika, tidak bermoral," papar Pigai.

Baca juga: Teror Ketua BEM UGM Picu Kekhawatiran Demokrasi, Polisi Diminta Bergerak

Surat BEM UGM kepada UNICEF memang menyiratkan bahwa MBG dijadikan sebagai kebijakan populis elektoral yang dirancang untuk membangun citra positif pemerintahan saat ini menuju Pemilu 2029. 

Berikut petikan surat yang menyinggung hal tersebut:

Thus, this calamity of state failure shouldn’t cause families from poor countryside to internalize structural injustice as self-blame, while our inhumane President exploits poverty as electoral leverage for the 2029 general election.

Terjemahan:

Oleh karena itu, musibah kegagalan negara ini seharusnya tidak menyebabkan keluarga-keluarga dari pedesaan miskin menginternalisasi ketidakadilan struktural sebagai rasa menyalahkan diri sendiri, sementara Presiden kita yang tidak manusiawi mengeksploitasi kemiskinan sebagai alat tawar-menawar elektoral untuk pemilihan umum 2029.

Natalius Pigai: MBG Sejalan dengan Harapan PBB dan UNICEF

Selain itu, Pigai mengklaim bahwa MBG justru sejalan dengan misi UNICEF.

Sehingga, menurutnya, tidak mungkin UNICEF maupun PBB menghentikan program tersebut.

"Makan bergizi gratis adalah permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pendidikan bagi orang kecil, anak-anak kecil," ujar Pigai.

"Kesehatan bagi anak-anak kecil, makanan yang bergizi bagi anak-anak kecil, sesuai dengan apresiasi, permintaan dan harapan dari UNICEF ya."

"Oleh karena itu, tidak bisa meminta UNICEF menghentikan programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Anda meminta UNICEF menghentikan, tidak mungkin."

"Karena itu sejalan dengan keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa."( *)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto Kritik MBG dan Surati UNICEF, Menteri HAM Natalius Pigai: Orang Jahat!

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved