Senin, 27 April 2026

Berita Internasional Terkini

Netanyahu Ingin Caplok Palestina, Lebanon, Turki, Mesir, hingga Arab Saudi, Bentuk Israel Raya

Pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tentang visi “Israel Raya” menuai reaksi keras dari sejumlah negara Arab. 

HO//Facebook PM Israel
NETANYAHU PRESENTASI - Foto diambil dari Facebook PM Israel pada Rabu (13/8/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Konferensi Pers untuk Media Asing pada 5 September 2024. (Facebook PM Israel) 

Ringkasan Berita:
  • Pernyataan Benjamin Netanyahu tentang “Israel Raya” memicu reaksi keras negara-negara Arab karena dinilai mengancam kedaulatan dan stabilitas kawasan.
  • Mahfuz Sidik menilai melemahnya Iran dapat mengubah keseimbangan kekuatan dan membuka peluang eskalasi konflik lanjutan.
  • Konsep Israel Raya memiliki latar historis sejak 1967 dan tetap menjadi isu sensitif dalam geopolitik Timur Tengah hingga kini.

TRIBUNKALTIM.CO - Wacana perluasan wilayah Israel kembali memicu ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tentang visi “Israel Raya” menuai reaksi keras dari sejumlah negara Arab. 

Isu ini kembali mengemuka di tengah meningkatnya konflik kawasan, termasuk ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Baca juga: Inilah Awal Mula Perang dan Alasan Israel Bersama Amerika Serang Iran

Pada Agustus 2025, Netanyahu dalam wawancara di kanal i24 yang dikutip The Times of Israel menampilkan peta yang ia sebut sebagai “Tanah yang Dijanjikan”.

Dalam peta tersebut tergambar wilayah yang melampaui batas negara Israel saat ini.

Konsep “Israel Raya” atau Greater Israel merujuk pada gagasan perluasan wilayah Israel yang, dalam sejumlah narasi politik dan ideologis, mencakup  Palestina, Yordania, Lebanon, dan sebagian wilayah Suriah, Arab Saudi, Irak, Turki dan Mesir.

Istilah ini kerap dikaitkan dengan tafsir historis dan religius mengenai wilayah yang disebut sebagai “Tanah yang Dijanjikan”.

Pernyataan tersebut memicu kecaman dari negara-negara seperti Arab Saudi dan Qatar, yang menilai gagasan itu berpotensi melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan.

Jika Iran Takluk, Israel Akan Perluas Invasi Militer di Timur Tengah

Mantan Ketua Komisi I (Hubungan Luar Negeri) DPR RI, Mahfuz Sidik, mengatakan jika perang Iran Vs Israel-AS meluas dan berkepanjangan akan berdampak besar terhadap banyak hal.

Apalagi jika kekuatan militer Iran berhasil dihancurkan, maka Israel akan menjadi satu-satunya kekuatan militer dominan di kawasan tersebut.

Mahfuz menyoroti sikap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu yang secara terbuka menafikan konsep solusi dua negara dan terus menyuarakan ambisi Zionis mewujudkan 'Israel Raya'.

Baca juga: Dampak Konflik Iran-Israel, Industri Umrah Sumatera Barat Terancam Merugi, 50 Ribu Jemaah Terdampak

"Kehancuran Iran sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel akan memuluskan ambisi Israel Raya. Artinya wilayah negara Libanon, Suriah, Irak, Jordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan pihak Israel," ujar Mahfuz Sidik hari ini, Selasa *(3/3/2026).

Apa Itu Visi Israel Raya?

Frasa Israel Raya digunakan setelah Perang Enam Hari pada bulan Juni 1967 untuk merujuk pada Israel, wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Jalur Gaza, sebagian Yordania dan Semenanjung Sinai di Mesir, Dataran Tinggi Golan di Suriah, dan sebagian Lebanon, Irak, dan Arab Saudi.

Tahun lalu akun resmi Kementerian Luar Negeri Israel di salah satu platform daring mempublikasikan sebuah peta yang memalsukan sejarah Israel dengan mengklaim asal-usulnya dari ribuan tahun silam.

Peta tersebut selaras dengan klaim berulang Israel mengenai adanya “kerajaan Yahudi” yang mencakup bagian wilayah Palestina yang diduduki, Yordania, Lebanon, Suriah, hingga Mesir.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved