Senin, 8 Juni 2026

Berita Nasional Terkini

Stok BBM 21 Hari, Pertamina Pastikan Akan Terus Melakukan Refill

PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stok bahan bakar minyak atau BBM Indonesia saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.

Tayang:
TribunKaltim.co/Nurila Firdaus/Nurila Firdaus
STOK BBM - ILustrasi. Antrean pembelian BBM di SPBU STC di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (16/11/2025) sore. PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stok bahan bakar minyak atau BBM Indonesia saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.(TribunKaltim.co/Nurila Firdaus) 
Ringkasan Berita:
  • Stok BBM nasional aman dengan cadangan 21 hari, sesuai standar logistik energi Pertamina.
  • Pertamina mengimbau masyarakat tidak panic buying, agar distribusi tetap stabil dan merata.
  • Langkah mitigasi global disiapkan, termasuk diversifikasi pasokan dan optimalisasi kilang domestik untuk menjaga ketahanan energi.

TRIBUNKALTIM.CO -  PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.

BBM adalah energi hasil olahan minyak mentah yang digunakan untuk kebutuhan transportasi, industri, hingga rumah tangga.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menyampaikan bahwa stok BBM Indonesia berada pada kisaran 21 hari, sesuai standar sistem logistik energi nasional.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Ungkap Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying

“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Roberth menambahkan, pasokan operasional tersebut merupakan pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat. 

Jumlah pasokan bisa bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.

"Stok ini terus dilakukan top-up/re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” kata Roberth.

Dia juga menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.

Sistem ini memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.

Baca juga: Anggota DPR Sebut Banyak SPBU Kehabisan Stok BBM, Minta Pemerintah dan Pertamina Transparan

Masyarakat tak perlu panic buying

Berdasarkan sistem mekanisme BBM di Pertamina, Roberth mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying).

Menurutnya, pembelian yang tidak wajar justru berpotensi mengganggu distribusi yang seharusnya berjalan normal.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak. Pembelian BBM sesuai kebutuhan akan membantu menjaga distribusi tetap stabil sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh akses energi secara merata,” kata Roberth.

Dia memastikan, di tengah dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

Baca juga: Menkeu Purbaya Beri Kode Harga BBM Subsidi Bakal Segera Naik, Efek Perang AS-Israel vs Iran

“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” terang Roberth.

Dia berharap, dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga bisa memastikan rantai pasok energi nasional tetap berjalan dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. 

Selama ini, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memastikan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian nasional tetap terpenuhi dengan baik.

Pertamina Patra Niaga juga akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat serta memastikan langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menjaga keamanan pasokan energi dan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Fenomena Panic Buying BBM di Indonesia 

Konflik Timur Tengah yang kian memanas dan berdampak pada penutupan Selat Hormuz membuat fenomena panic buying minyak terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Aceh menjadi salah satu kota yang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)-nya dipenuhi oleh warga yang ingin membeli BBM.

Mereka mengaku ketakutan jika BBM Kembali langka setelah kondisi tersebut terjadi ketika banjir bandang melanda Aceh pada November 2026 lalu.

“Mungkin juga orang-orang panik karena pengalaman bencana kemarin. Jadi ketika melihat situasi seperti ini mereka langsung mengantisipasi," kata Saiful Kamar, salah seorang warga Aceh yang ikut mengantree.

Petugas kebersihan SPBU Maujul Bahri mengatakan, antrean kendaraan mulai memadati SPBU sejak pukul 10.00 WIB.

Diberitakan sebelumnya, kekhawatiran publik bermula ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa stok BBM nasional masih bisa bertahan hingga 20 hari ke depan.

Meski terdengar singkat, dia mengklaim bahwa stok tersebut sesuai dengan kapasitas penyimpanan maksimal Indonesia.

Dia juga memastikan bahwa ketersediaan BBM di Indonesia aman. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved