Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang AS-Israel dan Iran, Daftar Negara yang Lakukan Penghematan, Malaysia tak Ada Open House

Perang AS-Israel dan Iran berdampak pada harga minyak dunia sehingga sejumlah negara lakukan penghematan. Malaysia tiadakan open house Lebaran

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
HO/IST/VCG/Global Times
PERANG AS-ISRAEL DAN IRAN - Sebuah kapal komersial berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2026. Perang AS-Israel dan Iran berdampak pada harga minyak dunia sehingga sejumlah negara lakukan penghematan. Malaysia tiadakan open house Lebaran. (HO/IST/VCG/Global Times) 

Ringkasan Berita:
  • Dampak perang AS-Israel dan Iran, harga minyak dunia melambung
  • Sejumlah negara di ASEAN melakukan opsi penghematan
  • Malaysia meniadakan tradisi open house di Lebaran 2026 kali ini
  • Sementara itu, negara-negara lain juga menerapkan WFH 

 

TRIBUNKALTIM.CO - Dampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran membuat harga minyak dunia melambung.

Iran menutup Selat Hormuz pasca serangan AS-Israel sehingga membuat perdagangan minyak terhambat. 

Sejumlah negara-negara Association of South East Asia Nations (ASEAN) mulai melakukan penghematan setelah perang AS-Israel dan Iran ini.

Berikut daftar negara yang melakukan langkah-langkah penghematan menyusul perang AS-Israel dan Iran yang masih terus berlangsung:

Baca juga: Konflik Iran vs AS-Israel Bisa Picu Krisis Energi Global, Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Siaga 1

1. Malaysia

Malaysia mulai mengambil langkah-langkah penghematan untuk mengendalikan potensi dampak ekonomi global, menyusul perang antara AS–Israel dan Iran yang telah mengganggu pasar energi dunia.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah meniadakan tradisi open house pada Lebaran 2026. 

Seluruh kementerian, lembaga pemerintah, serta perusahaan yang terkait dengan pemerintah tidak akan menyelenggarakan open house , yaitu tradisi menerima tamu secara terbuka untuk bersilaturahmi dan makan bersama.

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah, sekaligus sebagai upaya mendorong pengeluaran yang lebih bijaksana di tengah-tengah penyelenggaraan ekonomi global.

Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan, kebijakan ini disepakati dalam rapat Kabinet dan dimaksudkan untuk menandakan perlunya disiplin fiskal yang lebih ketat di seluruh sektor publik.

“Sebagai tanda bahwa kepemimpinan harus mulai mengambil langkah-langkah yang lebih positif, saya telah memutuskan bersama Kabinet bahwa semua instansi pemerintah, perusahaan milik pemerintah (GLC), dan lembaga investasi pemerintah (GLIC) tidak akan menyelenggarakan perayaan open house Idul Fitri,” ujarnya, dikutip dari Malay Mail, Rabu (11/3/2026). 

Selain meniadakan open house, Anwar mengatakan, para menteri, pejabat pemerintah, dan departemen juga akan mengatur perjalanan ke luar negeri.

Dia menyampaikan bahwa kunjungan ke luar negeri hanya akan diizinkan untuk agenda yang sudah dijadwalkan dan dianggap penting.

“Seluruh menteri dan anggota administrasi, termasuk departemen, telah diperintahkan untuk membatasi perjalanan ke luar negeri, kecuali perjalanan yang sudah dijadwalkan dan wajib dihadiri,” kata Anwar, dilansir dari The Star , Rabu (11/3/2026).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved