Jumat, 8 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran dapat Bala Bantuan, Houthi Yaman Luncurkan Serangan Pertama ke Wilayah Israel

Kelompok Houthi Yaman meluncurkan serangan pertamanya ke wilayah Israel, Sabtu (28/3/2026).

Tayang:
Tangkap layar Palestine Chronicle
ISRAEL DISERANG - Ilustrasi, Kerusakan besar-besaran di Tel Aviv menyusul serangan balasan Iran. Kelompok Houthi Yaman meluncurkan serangan pertamanya ke wilayah Israel, Sabtu (28/3/2026). (Tangkap layar Palestine Chronicle) 

TRIBUNKALTIM.CO - Kelompok Houthi Yaman meluncurkan serangan pertamanya ke wilayah Israel, Sabtu (28/3/2026).

Serangan dari Kelompok Houthi Yaman, dipastikan membuat perang Timur Tengah semakin memanas.

Kelompok Houthi Yaman sendiri telah menyatakan berada di kubu Iran, dan akan berjuang bersama melawan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Baca juga: Iran dan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator, Indonesia Tersingkir? Ini Analisis Pengamat

Diketahui, setelah perang Timur Tengah pecah, Houthi menyatakan dukungan untuk Iran dalam menghadapi serangan AS-Israel, tetapi menahan diri untuk tidak ikut serta sambil memperingatkan bahwa mereka siap menembak.

Israel melaporkan mendeteksi peluncuran rudal dari Yaman dan mengatakan sedang berupaya mencegatnya.  

Langkah Houthi ini menandai berakhirnya masa "menahan diri" mereka sejak perang antara AS-Israel melawan Iran meletus pada akhir Februari lalu.

Dikutip dari AFP, Minggu (29/3/2026), para analis menilai keterlibatan Houthi sudah diprediksi sebelumnya.  

Baca juga: Amerika Kirim Sinyal Akhiri Perang dengan Iran, Donald Trump: Harga Minyak Melonjak Lebih Tinggi

Meski berisiko tinggi bagi posisi mereka di Yaman, serangan ini dianggap sebagai bentuk loyalitas kepada Iran.

"Mereka kemungkinan berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlibat dalam perang ini, mereka tahu hal itu tidak akan menguntungkan mereka dalam hal apa pun," kata peneliti di Chatham House, Farea Al-Muslimi.

"Namun pada akhirnya mereka harus membalas budi kepada Iran yang telah mendukung mereka selama bertahun-tahun," tambahnya.  

Dengan memilih target langsung ke wilayah Israel ketimbang pangkalan AS di Teluk, Houthi ingin mengirim pesan bahwa fokus utama mereka adalah solidaritas terhadap perjuangan Palestina.

Baca juga: Profil 2 Kapal Pertamina yang Belum Bisa Melintasi Selat Hormuz, Kemlu: Iran Beri Tanggapan Positif

Perusahaan konsultan risiko yang berbasis di AS, Basha Report menyatakan, langkah mereka selanjutnya adalah serangan terhadap lalu lintas maritim regional.

"Hal ini menciptakan tekanan tanpa melewati batas yang dapat memicu respons langsung dari AS," tulis Basha Report.  

Konsekuensi paling nyata dari keterlibatan Houthi adalah ancaman terhadap jalur pelayaran global di Laut Merah.

Dari benteng pegunungan mereka di atas Laut Merah, Houthi dapat mengganggu pelayaran secara serius dengan menggunakan drone dan rudal.

Baca juga: Setelah Thailand, Kapal Malaysia Lewati Selat Hormuz, PM Anwar Ibrahim Ucap Terima Kasih pada Iran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved